Wakil Bupati buka festival Gordang Sambilan dan Tor-tor pelajar di Madina 

89
Wakil Bupati Madina, H.M Ja'far Sukhairi Nasution didampingi Kadis Pendidikan Madina, Jamilah, SH saat memukul Gordang Sambilan tanda festival dibuka, rabu (27/09/2017) di taman raja batu perkantoran bupati payaloting Madina.

Jeffry Barata Lubis- Madina |Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Kantor Dinas Pendidikan menggelar festival Gordang Sambilan dan Tor tor pelajar di Taman Raja Batu perkantoran bupati payaloting, rabu (27/09/2017).

Festival Gordang sambilan dan Tor tor diikuti utusan-utusan kecamatan dari wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu dibuka Wakil Bupati Madina, H.M. Ja’far Sukhairi Nasution dihadiri segenap SKPD, tokoh-tokoh masyarakat, para guru, peserta festival dan undangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Jamila, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa festival ini diikuti 10 group Gordang Sambilan dan 10 kelompok Tor-Tor yang semuanya pelajar. Dan untuk dewan juri dalam festival ini yaitu H. Emil Sulaiman Nasution, Sutan Bugis, dan Ali Rachman Nasution, SH.

Kemudian sambungnya, kegiatan ini sangat penting sekali untuk bisa mewariskan nilai-nilai budaya bagi lingkungan pendidikan. Karena itu, sekolah-sekolah yang ada di wilayah Mandailing Natal juga diikutsertakan dalam festival ini. Dan festival ini akan digelar selama dua hari yakni 27 – 28 September 2017.

Wakil Bupati Madina, H.M. Ja’far Sukhairi Nasution dalam pidatonya sebelum membuka acara festival mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan seperti ini.

Sebab, dengan digelarnya festival ini merupakan salah satu  penguatan entitas kebudayaan daerah yang tidak bisa dilakukan sepihak saja, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Untuk kegiatan fositif seperti ini, kita dari pemerintah daerah Mandailing Natal akan membuka ruang bagi pengembangan berbagai jenis kesenian daerah yang kita miliki” pungkasnya

Sukhairi juga menambahkan, kesenian Gordang sambilan adalah kesenian asli kita yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya Mandailing Natal.

Untuk itu imbuhnya, alangkah naifnya jika kita tidak bisa melestarikan dan mengembangkannya, baik untuk lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat budaya kabupaten Mandailing Natal.

“Gordang sambilan merupakan ensembel musik etnis terbesar kedua di dunia setelah musik tradisi lain di belahan Benua Afrika. Irama yang dibunyikan erat kaitannya dengan sendi-sendi filosofi kebudayaan Mandailing.

Berbagai permainan musik ritmis seluruhnya merupakan simbol-simbol kehidupan, apalagi dengan berbagai jenis komposisi yang kita kenal selama ini. Dengan begitu, gordang sambilan bukan sekedar ensembel bunyi saja, tetapi merupakan bagian dari fisosofi kehidupan sosial masyarakat adat Mandailing.” tandasnya.

Pantauan M24.co, setelah selesai menyampaikan pidatonya, Wakil Bupati Madina, H.M Ja’far Sukhairi Nasution didamping Kadis Pendidikan Madina, Jamilah, SH kemudian memukul Gordang Sambilan sebagai tanda di telah dibuka dan mulainya acara Festival Gordang sambilan dan tor tor tingkat pelajar.

Loading...