3 cewek ABG hantam pot bunga 1 tewas

25

SIDIMPUAN-M24 | Isak tangis keluarga tak lagi bisa terbendung manakala menyaksikan jasad Irene, remaja perempuan, terbaring kaku di ruang jenazah RSUD Padangsidimpuan, Senin (2/7/2018). Seorang wanita paruh baya seketika histeris dan harus dipangku oleh keluarganya lantaran tak sanggup menyaksikan kondisi Irene yang mengeluarkan darah dari kepala.

Irene tewas akibat kecelakaan tunggal di Desa Ujung Gurap, Kec Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Tiga Anak Baru Gede (ABG) menjadi korban, satu di antaranya tewas, yakni Irene, warga Jln Merdeka, Kec Padangsidimpuan Utara. Sedangkan dua korban lain yakni teman Irene mengalami luka. Keduanya bernama Jessika, warga Melati Seberang, Kel Ujuang Padang, Kec Padangsidimpuan Selatan dan Indah, warga Jln Raja Inal Siregar Gg Jasa Raharja, Kec Padangsidimpuan Batunadua.

Irena tewas akibat luka serius di bagian kepala. Sedangkan Indah dan Jessika harus mendapat perawatan serius dari petugas medis di RSUD Padangsidimpuan.
Informasi dihimpun M24 dari Kepolisian, kecelakaan maut berawal ketika ketiga cewek ABG ‘tartig’ alias tarik tiga menumpangi kreta (sepedamotor) nomor polisi BB 4990 JG. Kreta yang dijoki oleh Irena melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Barus menuju Batunadua.

Diduga, saat berada di tikungan, Irene tak mampu mengendalikan kecepatan kretanya hingga menabrak pot bunga di sebuah rumah warga sekitar TKP.Ketiga korban langsung terpental dari sepedamotor. Kepala korban Irene terbentur pot bunga yang terbuat dari semen. “Hasil pemeriksaan sementara, ada dugaan Irene yang bertindak sebagai pengendara tak bisa mengendalikan kecepatan, sehingga menabrak pot bunga itu,” ujar Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada wartawan.

Terpisah, Fahri Siregar, mengatakan, sebelum insiden kecelakaan Indah sempat pamit pada dirinya. “Saya sempat heran, karena sebelum keluar rumah, Indah pamit pada saya. Padahal itu tak pernah dilakukannya,” ungkap Fahri, ayah Indah. (kevin/agung)

Loading...