3 Hari Pascaoperasi Perut Adam Bernanah

13

SIDIMPUAN-M24 | Kematian Adam agaknya masih menyisakan duka mendalam. Remaja pederita usus buntu ini meninggal pascoperasi di RSUD Kota Padangsidimpuan.
Korban yang tinggal di Desa Sabungan, Kec Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, sempat dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan. Namun dalam perawatan nyawa Adam tak tertolong.

Belakangan terungkap, perut Adam ternyata sudah mengeluarkan darah dan nanah 3 hari pascaoperasi. Namun tim medis RSUD Kota Padangsidimpuan mengatakan darah dan nanah yang keluar dari perut pasien itu hal biasa.

Demikian penuturan Bidasari Harahap, ibu kandung almarhum Adam.Air matanya tak bisa terbendung saat dia mulai bercerita di depan sejumlah Anggota Komisi III DPRD Padangsidimpuan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD, pihak RSUD Padangsudimpuan dan Dinas Kesehatan di Aula Gedung Rakyat tersebut.

Bidasari mengungkap, tiga hari setelah operasi, perut putra kedua dari empat bersaudaranya sudah mengeluarkan darah dan nanah. Melihat kondisi tersebut, Bidasari berusaha menanyakannya kepada dokter yang menangani penyakit siswa kelas IX SMP itu. ”Saat saya tanya, dokter menjelaskan bahwa hal itu biasa terjadi,” ucap Bidasari di hadapan Direktur RSUD Padangsidimpuan, drg Lela.

Kondisi Adam semakin parah. Adam menjalani perawatan selama 1 bulan di rumah sakit kebanggaan warga Padangsidimpuan itu. “Satu minggu sebelum lebaran, kami disarankan dokter untuk pulang sembari berobat jalan,” imbuh Bidasari.

Sebelum menjalani operasi di RSUD Padangsidimpuan, Adam sempat dirawat di RSU TNI Kota Padangsidimpuan. Dari rumah sakit itu, Adam langsung dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan.

Dokter Fauzi Fahmi menjelaskan, pada hari kedua setelah Adam masuk ke rumah sakit, pihaknya langsung melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntu.
Pada 13 Mei 2018, tepatnya pada hari ke tiga pascaoperasi, keluar darah dan nanah pada luka bekas operasi. ”Saat itu, kami lakukan pengobatan seperti biasa,” ujarnya di hadapan anggota Komisi III DPRD Padangsidimpuan seperti, Timbul Simanungkalit, Khoiruddin Nasution, Erwin Sinaga dan Andi.

Pada 14 Mei 2018, atau hari kelima pascaoperasi, mata Adam terlihat menguning. Ironisnya, saat itu jumlah darah dan nanah juga semakin bertambah.Dengan kondisi tersebut menurut Fauzi, ternyata tindakan operasi tidak membantu mengurangi infeksi pada Adam, bahkan pada hari kelima pascaoperasi, infeksi sudah menjalar ke hati. “Selanjutnya, kami menyarankan kepada pihak keluarga agar Adam dirujuk, namun karena keterbatasan biaya keluarga Adam menolaknya,” imbuhnya.

Anggota Komisi III Timbul Simanungkalit mengatakan, tujuan dari RDP ini agar mengungkap fakta yang terjadi atas kematian Adam. Menurutnya, selama ini informasi tentang penyebab kematian Adam ramai dibicarakan, karena peristiwa ini sudah menjadi buah bibir di Padangsidimpuan. ”Agar tidak terjadi fitnah, makanya dibuat RDP,” ujarnya.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan Khoiruddin Nasution. Menurutnya, hasil RDP tersebut diputuskan melalui rapat komisi dan tidak bisa diputuskan pada saat RDP. “Hasil dari RDP ini akan dibahas lagi di komisi, setelah itu kami akan sampaikan hasilnya,” tandas politisi asal Partai Demokrat itu. (zia)

Loading...