3 pekerja proyek jalan tewas mengenaskan

33

Ali-Sibolangit | Meski sempat mendapat penangan medis, Arie Sutejo akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia menyusul rekannya, Toni dan Mamin (36) yang lebih dulu tewas dihantam truk tangki saat bekerja.

Tiga orang meninggal dunia setelah ditabrak truk tangki Crude Palm Oil (CPO) BK 9346 BN di Jln Jamin Ginting KM 46, Desa Bandarbaru, Kec Sibolangit, Kab Deliserdang, Rabu (11/4) sekitar pukul 10:30 WIB. Mereka adalah Toni (30), warga Tandem, Kab Langkat, Mamin (36), warga Jln Binjai KM 14 dan Arie Sutejo (35), warga Jln Sei Bangkatan, Tanah Seribu, Kota Binjai.

Informasi dihimpun di lokasi, pagi itu, truk tangki CPO yang dikemudikan Togi P Sidabutar (41), warga Huta Batu IV, Kec Panombeian Panei, Kab Simalungun datang dari Karo menuju Medan. Setibanya di lokasi dengan jalan yang menurun, rem truk blong. Togi pun kehilangan kendali.

Truk pun melaju terlalu ke kiri jalan (dari arah Berastagi-Medan) yang dipenuhi pekerja proyek pemasangan mal untuk pengecoran. Tak pelak, truk menabrak sejumlah pekerja yang berada di beram jalan. Truk terhenti setelah terbalik di pinggir jalan. Akibatnya, dua pekerja, Toni dan Mamin tewas di tempat. Sementara Arie sekarat.

Melihat itu pekerja lainnya dibantu warga coba memberi bantuan sembari melaporkan peristiwa itu ke Poslantas Polsek Pancurbatu. Sopir truk juga diamankan warga. Tak lama, petugas kepolisian tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya petugas mengevakuasi ketiga korban ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik. Demikian halnya sopir dan truk mau diamankan ke Mapolsek Pancurbatu. Tak lama setelah dirawat, korban kritis, Arie akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting mengatakan, saat tiba, korban Arie Sutejo didiagnosa head injury, trauma apdominal (benturan di bagian perut), kaki kanan dan kaki kiri luka, tangan kanan patah dan kesadaran menurun. Pihaknya pun melakukan tindakan pemasangan ventilator, infus double line berisi obat-obatan yang dibutuhkan.

“Korban sudah berada di level biru. Namun, pada pukul 13:50 WIB, pasien meninggal dunia dan akan diantar ke kamar jenazah untuk diotopsi,” jelas Masahadat.

Ditemui di Mapolsek Pancurbatu, sopir truk tangki, Togi mengaku sudah berupaya menghindari jatuhnya korban. Menurutnya, ketiga korban posisinya membelakangi truk sehingga tak bisa mengelak.

“Aku sudah berupaya menghindari tabrakan dengan mematikan mesin agar kendaraan yang kukemudikan bisa berhenti. Namun, truk tetap jalan, karena muatan berat dan rem blong. Lalu, klakson panjang aku bunyikan agar didengar para pekerja proyek itu, sambil teriak ‘minggir’. Tapi apa daya, truk yang aku kemudikan menabrak para korban,” ungkap Togi.

Kapolsek Pancurbatu, Kompol Choky Milala SIK SH melalui Kanit Lantas, Iptu Pol Sehat Sinulingga yang dikomfirmasi menduga, kecelakaan yang merenggut tiga korban jiwa itu diakibatkan rem truk yang blong. “Ketiga korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan sopir truk dan armadanya kita amankan ke Mako (markas komando),” ujar Sehat Sinulingga.

Loading...