4 Jam massa hadang truk pengangkut kayu

Adi – Simalungun | Aksi pengerusakan dan penghadangan dilakukan massa di Nagori Pondok Bulu, Kec Dolok Panribuan. Dalam drama pengerusakan yang berlangsung selama 4 jam itu, tiga kendaraan dirusak, 2 batre truk dan 10 mayam emas hilang.

Dituturkan Lilis Daulay, pemilik truk tersebut, Minggu (6/5). Peristiwa itu terjadi, Kamis (3/5). Malam itu truk Colt Diesel BK 8565 WA bermuatan batang kayu sebanyak 80 keping berasal dari lahan milik Lilis seluas 450 hektar, keluar dari Huta Sitahaon, Kec Girsang Sipangan Bolon, Kab Simalungun menuju Siantar. Setiba di Simpang Palang, Kec Dolok Panaribuan, truk dihadang massa hingga berujung pengerusakan.

Truk yang dirusak puluhan massa di antaranya BK 8565 WA bermuatan batang kayu sebanyak 80 keping, mobil Avanza Veloz warna putih BK 115 SO dan mobil Strada warna hitam BK 9339.
“Truk, Avanza sama Strada dirusak pakai besi dan parang. Kemudian, menggunakan satu unit mobil truck colt diesel bertuliskan Raja Sonang dengan cara menabrakan ke mobil yang dirusak,” jelas saksi mata, Wahyu Simarmata.

Loading...

Ia melanjutkan, bukan cuma pengerusakan, terjadi pula pencurian di balik kepungan tersebut. Sebut saja dua batre truk milik Lilis dan kalung seberat 10 mayam dirampas. “Kenal kali aku orangnya yang narik,” papar Wahyu.

Puluhan massa semakin ganas meski sejumlah personil Polsek Tiga Dolok sudah berada di lokasi. Seorang sopir, Rahmat Nainggolan yang telah diapit personil Polsek Dolok Tiga Dolok, Felix Tamba untuk diselamatkan justru dipukuli massa.

Menurut Wahyu, ia mengetahui penghadangan itu dari Carles Jonson Siahaan. “Carles bilang kalau massa bilang diperintah pangulu Pondok Bulu berinisial AS,” ungkap Wahyu.
Karena tak ingin terjadi bentrokan, Wahyu perintahkan agar mobil dijalankan. Tapi, seorang di antaranya Dongan Silalahi melarang. “Kemudian, massa melempari batu ke arah kami dan mobil sampai rusak,” jelasnya.

Setelah kejadian yang mengakibatkan Carles Jonson Siahaan, Kennedi Butarbutar, Rahmat Nainggolan mengalami luka dan lebam, Wahyu, didampingi keluarganya Lilis mendatangi Polres Simalungun. Mereka melaporkan puluhan massa berikut Pangulu Nagori Pondok Bulu, Albiner Sinaga dan Camat Dolok Panribuan, Boas Manik.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tak terulangi kembali. Akibat kejadian ini kami merugi Rp50 juta,” ucap Wahyu.

Menyoal ini, Camat Dolok Panribuan, Boas Manik ketika dikonfirmasi mengaku diarahkan masyarakat ke Sitahoan. Namun, karena bukan wilayah Dolok Panribuan, menolak. “Tidak ikut saya. Karena, diarahkan ke sana, ku bilang bukan wilayah saya,” sebutnya.
Sementara itu, Pangulu Nagori Pondok Bulu, Albiner Sinaga tidak bisa dimintai keterangannya. Pasalnya, upaya konfirmasi dengan menghubungi nomor selularnya dan juga lewat pesan tak kunjung ada ada balasan.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan melalui Kasat Reskrim AKP Poltak Simbolon ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan Wahyu. “Kita masih dalami dan siapa-siapa saja yang terlibat,” ujarnya.

Loading...