ABG sekarat disergap belasan geng motor

SUNGGAL-M24 |Seorang anak baru gede (ABG) sekarat di RS Murni Teguh. Itu dialaminya karena luka parah akibat disergap pemuda-pemuda yang menaiki belasan kreta.

Peristiwa itu menimpa DK (15) warga Jln Mistar/Ayahanda. DK mengalami luka di sekujur tubuh. Salah seorang kerabat DK yang ditemui di halaman Polsek Sunggal ketika hendak melaporkan kejadian itu, Minggu (8/7) menyebut, peristiwa menimpa DK Minggu sekira pukul 04.00 WIB.

DK bersama dua rekannya sedang menunggangi kreta Honda Beat dari Jln Gagak Hitam/Ringrod menuju rumahnya. Setibanya di lokasi, ketiga ABG itu mengaku dijegal belasan pemuda mengendarai beberapa kreta. Laju kreta mereka dipaksa berhenti.

Loading...

“Anak kami katanya baru pulang reunian. Pas mau pulang lah di begal di dekat SPBU Tomang Elok,” ucap salah seorang wanita yang mengaku orang tua MR, salah satu rekan DK.

Melihat luka yang diderita rekannya, dua teman DK membawa DK ke RS Murni Teguh untuk mendapat perawatan. “Koma anak itu, belum sadar kurasa,” lanjut wanita bertubuh tambun itu.

Selain kehilangan kreta, wanita itu juga menyebutkan kalau anaknya, MR kehilangan satu unit HP. “Kurasa bisa dilacak HP-nya itu ya bang,” bebernya lagi.

Namun, ketika kru koran ini ingin menggali lebih jauh terkait peristiwa itu, salah seorang petugas Polsek Sunggal menggiring keluarga korban ke dalam SPKT. Padahal salah seorang dari mereka sudah berada di dalam untuk membuat laporan.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman Simanjuntak ketika dikonfirmasi membantah bahwa peristiwa itu merupakan aksi kawanan begal. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan aksi dua geng motor yang sempat saling bertikai di lokasi.

“Kita dengar peristiwa itu, ketika ke lokasi semuanya kabur. Kita juga sudah gali informasi dari warga sekitar bahwa mereka saling lempar batu di lokasi,” jawabnya dari sambungan telepon.

Masih kata mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru itu, pihaknya masih belum menerima laporan keluarga korban terkait peristiwa itu.

“Kalau mereka melaporkan begal, kita belum terima. Karena informasi yang kita terima di lokasi, mereka saling lempar batu. Kalau laporannya penganiayaan kita bisa terima. Kan tidak mungkin orang kena begal, begitu polisi datang pada kabur,” jelasnya lagi.

Hingga saat ini, masih kata Budiman, pihaknya sedang menggali informasi dari DK terkait insiden tersebut. “Anggota masih ke rumah sakit mau tanyakan peristiwa itu kepada korban langsung,” tegasnya. (tiopan)

Loading...