Adik bunuh abang

77

Adi-Simalungun | Di bawah pengaruh tuak, Walguddin Tambunsaribu (57) kembali mengejek Adison Sihaloho (55). Tak senang, Adison pun mengambil broti lalu menghajar ayah enam anak itu hingga tewas. Tengkorak kepalanya retak.

Setelah melihat korban tak bergerak, Adison Sihaloho langsung menyerahkan diri ke Polsek Saribudolok, Minggu (17/9) sekitar pukul 22:30 WIB. Kepada petugas, ia menuturkan ikhwal perbuatan nekatnya.

Hal itu berawal dirinya diminta menempati rumah warisan milik sang adik yang terletak di Huta Sopin Nagori Ujung Meriah, Kec Pamatangsilimakuta, Kab Simalungun, sekitar 20 tahun lalu. Pasalnya, si bungsu telah menetap di Balige.

Tak berapa lama, saudara perempuan (Ito) Adison menikah dengan Walguddin Tambunsaribu dan tinggal sekitar 200 meter dari kediamannya. Sejak saat itu, Walguddin pun kerap mengejek. Bahkan, Walguddin pernah menyuruh Adison angkat kaki dari rumah itu, meski harta warisan tersebut sebenarnya milik keluarga Adison sendiri. Pun begitu, Adison tak ambil pusing.

Hingga Minggu (17/9) sekitar pukul 22:00 WIB, Walguddin yang sudah dipengaruhi tuak mendatangi kediaman Adison dengan berjalan kaki. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Walguddin kembali mengejek Adison karena tinggal di rumah warisan milik adiknya itu. Walguddin juga menyuruh Adison membuka tiang parabola dari atap rumah lalu angkat kaki.

Kesabaran manusia tentu berbatas, terlebih Adison juga sudah dipengaruhi kerasnya minuman tradisional suku Batak itu. Sakit hati yang lama terpendam akhirnya meledak. Keduanya terlibat cekcok mulut dan saling ejek.

Tiba-tiba Adison masuk ke kamar mengambil sebatang kayu broti seperti pukulan bola kasti. Benda itu selanjutnya dihantamkan ke punggung serta kepala Walguddin. Korban pun tewas bersimbah darah.

Mendengar pengakuan itu, petugas langsung turun dan melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah ayah enam anak itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar untuk keperluan visum dan autopsi.

Menurut Kepala Forensik RSUD dr Djasamen Saragih, dr Reinhard Hutahean SPF, korban tewas akibat trauma paksa benda tumpul di bagian kepala. “Kesimpulan dari hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat mengalami pendarahan di tengkorak kepala yang retak karena trauma paksa benda tumpul,” terang dr Reinhard.

Kapolsek Saribudolok, AKP M Siburian SH yang dikonfirmasi mengaku telah mengamankan pelaku. Disebut, persoalan dipicu rumah warisan yang ditempati pelaku Adison Sihaloho.

“Barang bukti kayu broti dan pakaian milik korban sudah kita sita dan pelaku memang menyerahkan diri habis membunuh korban Walguddin. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP,” tegasnya.

Loading...