Bahu dielus, kalung emas dan HP lambai

MEDAN AREA РM24 | Modus kejahatan kian beragam, pelakunya juga juga bisa siapa saja. Masyarakat harus bisa mewaspadai segala macam bentuk kejahatan tersebut. Meski terbilang modus lama, praktik hipnotis untuk kejahatan masih sering terjadi.

Seperti yang dialami Erna (49) warga Jln Bromo, Medan Denai, Minggu (15/7). Ibu dua anak ini kehilangan kalung emas 4 gram dan HP Oppo. Peristiwa bermula saat sepasang pelaku datang ke rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB dengan menunggangi kreta metic warna biru.

Kemudian, sambil menyapa, pasangan itu menepuk bahu Erna dengan berpura-pura menanyakan alamat rumah kawannya. Begitu ditepuk, korban sudah mulai terlihat bingung dan kikuk menjawab pertanyaan pasangan itu.

Loading...

“Oh.. iya bu.. kok sepi rumahnya. Kemana bapak dan anak-anak,” ujar korban menirukan ucapan pelaku. “Iya… anak-anak pada pergi main-main dan bapak lagi ke rumah keluarga. Mari silakan masuk,” bilang korban.

Kedua pelaku disuguhkan minuman. Setelah sekian menit mengobrol, pelaku kemudian pamit. Sebelumnya pelaku meminta uang Rp20 ribu kepada korban untuk membeli minyak kreta, lantaran pelaku kehabisan uang.

“Bahuku dielus-elus wanita itu, seolah-olah ia memohon. Disitu pikiranku sudah gak fokus lagi dengan yang lain. Aku pun jadi merasa iba. Lalu aku memberikan uang kepada wanita itu,” sebut Erna di Polsek Medan Area.

Melihat korban terpedaya, pelaku mencoba pura-purra meminjam kalung emas yang dipakai korban. “Cantik juga ya bu kalung emasnya.. Apa bisa saya lihat, mana tahu ada uang nanti saya beli,” kata pelaku kala itu.

Karena sudah linglung, korban nurut saja. ia menyerah kalung emas tersebut. Kemudian pelaku memakainya. “Oh…iya bu… saya pinjam bentar HP ibu buat nelpon anakku di rumah,” kenang korban menirukan permintaan pelaku.

Setelah itu, pelaku pria permisi pura-pura membeli rokok. Sedangkan pelaku wanita seakan sibuk menelpon anaknya. Lepas itu, pelaku kabur mengejar temannya. Tak lama, korban pun sadar jika dirinya ditipu oleh pelaku.

“Begitu aku sadar, aku lihat pelaku tak ada dan tidak muncul-muncul lagi. Aku lihat kalung emas dan HP sudah dibawa pelaku. Ciri-ciri mereka, wanitanya tinggi berambut ikal sebahu. Sedangkan temannya tegap,” jelasnya.

Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang melalui Kanit Reskrim Iptu P Hutagaol mengatakan, laporan korban belum diterima dari penyidik. Coba nanti dicek kembali laporan tersebut dan akan ditindaklanjuti. (wandi)

Loading...