Beli obat ibu, alumni SMP Josua tewas kesetrum

23

Irwan-Medan | Tanpa disadari, kabel telepon yang dipegang tersambung ke tiang listrik. Rila Abila (15) pun tewas dengan pipi kanan dan lengan lonyot tergores saat hendak membeli obat untuk ibunya yang sakit.

Yusuf dan Novi Rosnida tak dapat menahan air mata saat melepas Rila Abila (15) ke peristirahatan terakhirnya di Pekuburan Muslim Krakatau, depan Lapangan Gajah Mada, Medan, Rabu (2/5). Hingga malam hari, puluhan pelayat mendatangi rumah duka di Jln Bhayangkara Gg Sosial/Jln Abadi Link VI, Kel Idrakasih, Kec Medan Tembung untuk mendoakan arwah korban yang tewas tersengat listrik.

Dituturkan Yusuf kepada M24, peristiwa itu terjadi saat Rila Abila dan kakaknya, Lisa Saskia diminta membeli obat untuk ibunya yang menderita asam urat ke Apotek dekat rumahnya. Sesampainya di ujung gang, tepatnya di depan Perumahan The Prime, korban terjatuh di jalan yang dipenuhi air.

Secara refleks, ia memegang kabel telepon yang terputus dan menjuntai. Tanpa disadari, kabel telepon tersebut tersangkut ke kawat di tiang listrik milik PLN yang terpasang di situ. Sontak korban yang tersengat listrik berteriak minta tolong.

San kakak terkejut mendengar teriakan adiknya yang kesetrum. Lisa pun mencoba menolong adiknya. Akibatnya ia terpental. Selanjutnya ia berteriak minta pertolongan dari warga sekitar. Melihat peristiwa itu, warga berusaha membantu dengan menggunakan kayu. Namun, usaha itu sia-sia.

Selanjutnya mereka menghubungi PLN agar memadamkan arus listrik. Kemudian korban dievakuasi ke Rumah Sakit Imelda untuk mendapat perawatan. Naas, setiba di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Pantauan di instalasi jenazah, tampak luka gores di pipi kanan dan lengan korban. Diduga luka itu akibat terbakar kabel yang dialiri arus listrik.

Tak lama, petugas kepolisian yang mendapat informasi tiba di lokasi dan melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, petugas menyita kawat besi dan sepasang sendal milik korban sebagai barang bukti.

“Orangtua korban meminta jenazah anaknya tidak diotopsi. Setelah membuat surat pernyataan, pihak keluarga membawa jenazah korban untuk disemayamkan,” ucap Kapolsek Perut Sei Tuan, Kompol Faidil.

Loading...