Berawal bully di medsos, Pedagang minyak cakari tetangga

Percut-M24 | Harusnya hidup rukun bertetangga menjadi acuan. Sebab, tetangga adalah keluarga terdekat yang pastinya menjadi orang pertama yang membantu ketika dalam suka maupun duka.

Tapi sayang, hal tersebut rupanya tidak berlaku kepada Rohida alias Ida. Dia malah habis-habisan membully tetangganya sendiri, baik langsung maupun menggunakan media sosial (Medsos). Ironisnya, Ida juga pakai cara kekerasan memperlakukan tetangganya.

Korban keganasan Ida adalah Ika Sirait (33) warga Pasar 9 Gang Setia Kawan, Desa Bandar Khalifah, Kec Percut Sei Tuan. Tak cuma menghina Ika, pelaku juga turut menghina keluarganya.

Loading...

Puncak kekesalan Ika dilampiaskannya, Senin (16/7) sekira pukul 10.00 WIB dengan mendatangi Polsek Percut Sei Tuan. Kepada petugas jaga, Ika menuturkan perilaku kasar tetangganya itu.

“Difotonya ayahku (M Sirait) dan dimasukkannya ke status FB-nya dengan mengatakan kapan ayahku mati. Memang selama ini ayahku yang berdagang sayur di Pasar Gambir, Tembung sedang sakit paru-paru,” katanya saat di Polsek Percut.

Menurut Ika, perlakuan pedagang minyak (BBM) eceran itu sudah kelewatan. Pelaku juga menempelkan tulisan di depan rumahnya dengan kata-kata yang menyindir keluarganya. Tujuannya, agar korban yang di depan rumah pelaku dapat membacanya.

“Yang dibilanglah bahwa keluargaku punya hutang di bank, entah apa ajalah dibuatnya. Semua kata-katanya juga menyindir keadaan ayahku yang sedang sakit,” ungkapnya.

Karena kesal, Ika lalu mendatangi Ida guna mempertanyakan perihal sindiran yang dibuatnya di FB dan dinding rumahnya. Namun ketika pelaku keluar dari dalam rumah, bukan jawaban yang diperolehnya, pelaku malah memukul dan mencakar korban. Akibat perlakuan Ida, bahu kiri Ika mengalami lebam dan tangan kirinya terkena luka cakar.
“Sudah kelewatan sekali pelaku, makanya perbuatannya ini saya laporkan ke Polsek Percut,” tuturnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri kepada M24 mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal itu. “Mungkin masih di SPKT, nanti saya cek laporannya,” katanya. (irwan)

Loading...