Berharap Rujuk, Simamora Ditemukan Tewas di Parit

17

Setelah rumah tangganya hancur, Ronal Simamora justru ditemukan tewas di dalam parit. Miris, oleh keluarga istrinya, jenazah warga Pematangsiantar ini dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

PERCUT-M24 | Pedagang dan pengunjung Pasar Raya MMTC Jln Pasar 5 Barat, Desa Medan Estate heboh. Sosok mayat ditemukan di dalam parit depan pasar tradisional samping Gedung Serbaguna Universitas Neger Medan (Unimed) itu, Kamis (30/8).

Temuan mayat itu berawal seorang pedagang minyak eceran buang air kecil ke parit di depan Pasar Raya MMTC, sekitar pukul 06:30 WIB. Tanpa sengaja matanya melihat sosok tubuh manusia dalam posisi telungkup di parit.

Hal itu langsung diberitahukan ke pedagang lain, Riama Pangaribuan, yang sedang menyapu sampah di sekitar lapak dagangannya. Mendapat informasi, personel dari Polsek Percut Sei Tuan bersama Tim Inafis Polrestabes Medan tiba tak lama berselang.

Petugas lalu mengevakuasi jenazah dari parit. Begitu diletakkan di atas rerumputan sekitar tempat kejadian perkara (TKP), identitas korban langsung dikenali. Ia bernama Ronal Simamora berusia sekitar 31 tahun.

Informasi dihimpun metro24, hingga dua tahun lalu, Ronal merupakan suami dari Poya, pedagang bumbu di Pasar Raya MMTC. Keduanya tinggal di Asrama Polisi Pasar Merah, Medan. Entah bagaimana, Ronal tiba-tiba mengidap sawan. Hal itu pun membuat rumah tangganya retak.

“Sudah dua tahun ini korban mengidap penyakit sawan. Karena penyakit itu pula, korban dan istrinya Poya, tidak lagi tinggal serumah,” ucap Dame br Simangsunsong (31), warga Jln HM Joni, Medan yang mengaku sebagai kakak ipar korban.

Sejak itu, Ronal disebut kembali ke daerah asalnya, Kota Pematangsiantar. Pun begitu, Ronal masih cinta terhadap Poya. Bahkan ia rela bolak-balik Pematangsiantar-Medan, hanya untuk melihat wanita yang pernah menemani kehidupannya.

Beberapa pedagang dan warga Asrama Polisi Pasar Merah juga mengaku empat hari belakangan melihat Ronal mondar-mandir. Namun ia tak berani menemui istrinya untuk menyampaikan niat ingin rujuk. Apalagi sawan korban kerap kumat.

“Pernah korban ini tiba-tiba menggelepar-gelepar di sekitar pajak,” beber Piter Pangaribuan.

Mirisnya, pihak keluarga istri terkesan lepas tangan dan menyerahkan penanganan jenazah korban ke pihak kepolisian. Akhirnya, petugas membawa jenazah korban dan sejumlah barang bukti diantaranya uang Rp80 ribu ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

Dikomfirmasi terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri mengatakan jika pihaknya telah menangani temuan mayat di parit Pasar Raya MMTC tersebut. “Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Saat ini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan sembari menunggu pihak keluarga,” jelas Faidil Zikri. (irwan)

Loading...