Bocah SD tewas di kolam Tara-Tari

51

Darmawan-Sei Rampah | Hampir satu jam berenang di kolam renang Tara Tari, Dino Armanda alias Dino (12) tiba-tiba mengeluh sakit kepala kepada kakaknya Intan Krisna Ananda alias Nanda (16). Lepas itu, Dino mengeluarkan suara ngorok dan tewas.

Peristiwa yang menimpa bocah kelas VI SD ini terjadi di kolam yang terletak di Dusun III, Desa Cempedak Lobang, Kec Sei Rampah, Sergai, Sabtu (7/4) sekira pukul 17:30 WIB.

Informasi dihimpun M24, Dino bersama kakaknya Nanda mandi di kolam renang milik Adi Santri. Dino berada di kolam tiga yang ada water boomnya. Lalu mengeluh sakit di kepala kepada Nanda yang berada di kolam kedua.

Nanda mengusuk kepala adiknya. Selang beberapa menit, Dino merebah ke lantai sambil mengeluarkan suara ngorok.

Nanda yang melihat itu panik. Ia minta tolong kepada penjaga kolam. Selanjutnya Dino dibawa ke RS Sultan Sulaiman Sergai. Nahas, bungsu dari dua bersaudara pasangan Tengku Narvi (38) dan Dedi Armanda (38) itu kemudian tewas.

Nanda menuturkan, adiknya tiba-tiba mengeluh sakit di kepala. Menurutnya, ia dan adiknya baru 1 jam berenang. “Kami sudah tiga kali berenang di kolam itu,” ucap Nanda.

Sementara itu kedua orang tua Dino enggan mempermasalahkan terkait kematian anaknya. “Kami lagi berduka. Kami sudah iklas dan tidak mempermasalahkanya. Memang anak kami dua hari sakit dan tidak masuk sekolah,” ucap Dedi.

Terpisah, pengawas kolam renang Tara Tari, Akup (53) mengatakan Dino datang bersama keluarganya untuk berenang. Tiba-tiba sudah berbaring lemas. “Kami lihat sudah berbaring lemas lalu dilarikan ke rumah sakit. Katanya anak itu sedang sakit,” ujar Akup.

Kapolsek Firdaus AKP Enda Iwan kepada M24, Minggu (8/4) mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah duka. Akan tetapi pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban.

“Korban tewas sesaat mengeluh sakit kepala, bukan akibat tenggelam. Diduga kelelahan berenang,” tandasnya.

Loading...