Di Tanjungbalai, Densus 88 tembak mati 2 terduga teroris

22

TANJUNGBALAI-M24 | Dor! Dor! Dua pria roboh bersimbah darah setelah dihajar peluru yang dilepas personel Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88). Tanjungbalai mencekam.

Suasana mencekam terjadi di Jln Yos Sudarso, Kel Kapias Pulo Buaya, Kec Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Selasa (15/5) siang. Dua terduga teroris roboh ditembak personel Densus 88.

Informasi berhasil dihimpun, penangkapan pertama kali terjadi di Sungai Apung, Kec Tanjungbalai, Kab Asahan, sekitar pukul 06:30 WIB. Menurut Hj Aidir, pagi itu, Dodi tengah mempersiapkan gerobak dagangan yang digunakan untuk berjualan saat Ramadhan.

Tiba-tiba, sejumlah personel Densus 88 datang dan membungkus kepala Dodi dengan kain hitam. Selanjutnya Dodi dibawa masuk ke dalam mobil.

Sekitar pukul 12:00 WIB, Densus 88 kembali terlihat di Jln Yos Sudarso, Kel Kapias Pulau Buaya, Kec Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Tampak juga Kepala Lingkungan (Kepling) IV, Atan Syafii. Mereka lalu mengetuk pintu salah satu rumah. Tak lama, pintu terbuka. Namun, seorang pria bernama Agus Setiawan melompat dari dalam rumah dan langsung membacok kepala Atan Syafii.

Melihat itu, personel Densus 88 langsung mengambil tindakan tegas. Dor! Agus Setiawan roboh dan tewas ditembus timah panas. Suara letusan senapan itu sontak menarik perhatian warga sekitar berbondong-bondong memadati tempat kejadian perkara. Namun, petugas kepolisian dengan sigap mengamankan lokasi.

Bahkan warga masyarakat dilarang mengabadikan peristiwa itu. “Jangan mengambil gambar, Pak. Kita wartawan dilarang mengambil gambar situasi lapangan. Tustelku satu diambil, tetapi nanti dipulangan,” ucap awak media lokal.

Sesaat kemudian, tampak petugas melarikan Atan Syafii menuju rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif akibat luka bacok yang didapat. Pantauan M24 sejumlah petugas kepolisian berjaga di sekitar di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungbalai, Jln Tengku Mansyur, Kel Perwira, Kec Tanjungbalai Selatan, tempat Atan Syafii dirawat. Ia disebut mengalami luka jari tangan kanan nyaris putus.

Ternyata, penangkapan terus berlanjut. Sekitar pukul 13:30 WIB, personel kepolisian kembali menangkap dua terduga teroris di depan salah satu rumah makan depan RSUD Tanjungbalai.

Saat itu, kedua terduga teroris yang salah satunya bernama Hendra membawa saudaranya berobat.Saat menunggu saudaranya berobat, personel Densus 88 dibantu Polda Sumut langsung menangkap dan membawa kedua terduga teroris tersebut ke dalam mobil Toyota Avanza warna hitam (nomor polisi tak diketahui).

Terbaru, dalam rangkaian penangkapan terduga teroris tersebut, dua orang dikabarkan tewas. Disebut-sebut, para terduga teroris ini anggota komplotan Budi Cs yang disebar di Tanjungbalai. Turut diamankan 5 pucuk samurai, 3 pucuk senjata api dan 1 bom rakitan.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SH SIK yang dikomfirmasi membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan Densus 88 tersebut. “Penggerebekan tersebut benar Pak. Tidak ada yg ditutup-tutupi. Belum diberikannya data akurat, karena masih penyelidikan dan pengembangan,” pungkas Irfan Rifai. (Ambon)

Loading...