Dibacoki ! Suami tewas istri sekarat

118

Ajo-Medan | Helmy Damayanti Harahap (25) harus dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau, Medan untuk perawatan intensif. Sementara suaminya, Parlindungan Siregar (31) tewas bersimbah darah setelah rumah sekaligus tempat usaha miliknya dimasuki dua pria yang langsung membacok membabibuta, Rabu (27/9) sekitar pukul 05:30 WIB.

Pantauan M24 di Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB yang beralamat di Jln Putri Hijau No 17 Medan itu, Helmy Damayanti Harahap terkulai lemas di dalam mobil Ambulans RSUD Pemkab Tapsel yang terparkir di depan Ruang IGD. Sesekali terdengar erangan kesakitan dari luka bacok di bagian kepala, leher belakang dan kedua lengannya yang hampir putus.

Namun, karena kesiapan peralatan, Damayanti kemblai dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan. Saat berita ini dirilis, korban tengah menunggu surat pengantar dari RS Putri Hijau, Medan.

Informasi yang dihimpun dari keponakan korban, Mirna (22), pembunuhan sadis itu berawal ketika listrik di rumah korban di Aek Sulum, Desa Marsada, Kec Sipirok, Kab Tapsel tiba-tiba padam. Parlindungan Siregar pun terbangun dari tidurnya lalu keluar dari kamar.

Ternyata sejumlah orang tak dikenal (OTK) sudah menunggu di luar kamar. Begitu sampai di pintu kamar, Parlindungan dibacok sejumlah orang tak dikenal berkali-kali hingga tewas bersimbah darah. Mendengar suara gaduh, Damayanti pun keluar kamar mencari suaminya. Sontak ibu satu anak ini juga jadi sasaran. Kepala, leher dan kedua lengannya dibacok pelaku hingga roboh.

Para pelaku yang mengira kedua korban sudah tewas sempat mengambil HP dan kereta milik Parlindungan sebelum kabur.

Tak lama, Damayanti tersadar pun berlari dengan tubuh penuh luka ke rumah tetangganya. Mengadukan pembacokan yang dialami bersama suaminya.

Melihat kondisi korban, warga tetangga pun mendatangi rumah sekaligus tempat usaha karaoke milik pasutri tersebut. Di situ, mereka melihat suami Helmy, Parlindungan Siregar tewas terkapar bersimbah darah di lantai cafe miliknya. Tampak luka pada bagian kepala, kaki, perut dan jari-jarinya nyaris putus. Diduga, korban dibunuh dengan menggunakan parang.

Selanjutnya peristiwa itu disampaikan ke Polsek Sipirok yang langsung menurunkan personel ke lokasi kejadian. Selanjutnya jenazah Parlin dan Helmy Damayanti dilarikan ke RSUD Sipirok untuk menjalani pemeriksaan.

Mengingat luka bacok yang didapat di bagian kepala dan tangan, Helmy kemudian dirujuk ke RS Putri Hijau Medan.

“Ketahuannya pas Inang Uda ini lari dalam kondisi penuh luka ke rumah saudara. Kayaknya mereka mau dirampok, soalnya handphone suami Inang Uda diambil. Kretanya pun sempat disorong, tapi gak jadi. Berpindah tempat aja kretanya. Tapi suami Inang Uda, sudah meninggal,” kata Mira.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih menyelidiki kasus pembunuhan sadis di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung KM 2, Kec Sipirok, Kab Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut tersebut.

“Untuk motif, belum bisa kita sampaikan karena masih kita lidik. Siang tadi (pelaku) belum dapat. Dari pengakuan korban Damayanti, ada dua orang,” ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengutip Kapolres Tapsel, Ajun Kombes Pol (AKBP) M Iqbal.

Loading...