Diguyur Hujan, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Sejumlah kendaraan menerobos genangan banjir di sekitar Jln Asia.

MEDAN-M24 | Hujan deras yang mengguyur Kota Medan membuat sejumlah kawasan terendam banjir, Selasa (9/10). Bahkan aktivitas warga terhambat, lantaran genangan air capai setinggi lutut orang dewasa.

Hasil pemantauan di beberapa lokasi wilayah rawan banjir Kota Medan dan dan laporan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Kota Medan, oleh TRC-PB BPBD Kota Medan.

Seperti di Lingk VII, Kel Padang Bulan, Kec Medan Baru, debit air Sungai Babura mengakibatkan luapan air sungai menggenangi rumah warga sekitar 60-70 sentimeter. Ada sebanyak 14 kepala keluarga (KK) dengan lebih kurang 56 jiwa yang terdampak banjir.

Loading...

“Korban Jiwa nihil, sebagian warga mengungsi di rumah siaga bencana (Keltana),” kata Manager Pusdalops M Yunus, Selasa (9/10).

Pemantauan di Jln Brigjen Katamso Lingk VI, Kel Sei Mati, Kec Medan Maimun. Kenaikan debit air sungai Deli mengakibatkan air memasuki rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 70-90 sentimeter.
“Rumah warga terdampak sebanyak 70 KK dengan 280 Jiwa dan korban Jiwa nihil. Warga Masih Bertahan Di rumah masing-masing,” ujar Yunus.

Kemudian di Lingk 6, Kel Beringin, Kec Medan Selayang. Debit air sungai Babura mengakibatkan luapan air sungai menggenangi rumah warga sekitar 20-30 sentimeter. “Rumah warga terdampak sebanyak 50 KK dengan 150 KK. Korban jiwa nihil dan warga masih bertahan di rumah masing-masing,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kenaikan debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Babura pada pukul 10.00 WIB, mengalami kenaikan kurang lebih 100-120 sentimeter. Warna air terlihat keruh dengan arus deras dan cuaca berawan. Sedangkan Sungai Deli mengalami kenaikan kurang lebih 120-150 sentimeter, dengan warna air keruh, arus deras dan cuaca cerah.

“Saat ini, Pusdalops BPBD Kota Medan masih terus melakukan pemantauan dan monitoring daerah rawan banjir. Lalu melaporkan perkembangan TMA DAS Kota Medan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat sebagian warga tidak bisa beraktivitas sebelum air surut. Sejumlah kenderaan roda dua dan empat mogok digenangan air. Salah satunya di wilayah hukum Polsek Medan Area, yakni Jln Denai, Jln Asia dan Jln Thamrin.
Genangan banjir menggenangi pemukiman penduduk.

Informasi diperoleh menyebutkan, luapan air yang tak bisa menampung debit air akibat drainase tidak terawat tumpah ke badan jalan. “Beruntung hujan terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Sehingga kondisi jalan tidak mengalami kemacetan. Cuma saja, rumah warga yang terendam banjir,” ujar Haris (48), Warga Jln Denai.

Namun pada pagi harinya, beberapa pengendara memutar balik kenderaannya dengan mencari jalan alternatif. Sebagian kendaraan yang nekat menerobos genangan air, mengalami mogok karena mesin masuk air.

Warga lainnya, Ahmad (51), Warga Jln Asia menyebutkan, diperbaikinya drainase belum bisa mengoptimalkan fungsi drainase. “Sebenarnya banjir dapat diatasi, jika drainase tersebut dibersihkan dari tumpukan sampah dan sendimentasi,” ujarnya.

Sedangkan di wilayah hukum Polsek Percut Seituan seperti di Pasar 5 Tembung, genangan banjir membuat kemacetan. Pengendara terpaksa membuka sepatunya agar tidak basah terkena air.

“Kalo uda macet begini bakal turun kaki ke aspal, makanya sepatunya di pegang aja dan jika uda sampai kantor baru dipakai,” kata Umar, Warga Pasar 9 Tembung.

Terpisah, Walikota Medan, Dzulmi Eldin yang ditemui di sela-sela peninjauan harga bahan pokok di Pasar Petisah mengatakan, Pemko Medan sudah melakukan perbaikan-perbaikan drainase sebagai bentuk upaya penanggulangan.

“Kami kan sudah melakukan perbaikan-perbaikan drainase. Mungkin karena curah hujan yang masih (tinggi), lantaran intensitas hujannya terus menerus dan pengendalian airnya juga, makanya masih banjir,” ujarnya.

Disebutkannya, tingginyan intensitas hujan dan pengendalian air belum berjalan dengan baik membuat beberapa titik di Kota Medan tergenang banjir. Seperti di pinggiran sungai dan di jalan karena debit air sungai tinggi.

Saat ini, sebagai upaya penanggulangan banjir, Pemko Medan telah melakukan perbaikan-perbaikan drainase. Eldin mengatakan, Pemko Medan terus bekerja untuk memperbaikinya saluran air tersebut.

“Kami kan sudah mengerjakan drainase-drainase itu. Terus kami kerjakan. Mudah-mudahan, kita bisa lebih intens lagi mengerjakan drainase yang sudah dikerjakan tersebut,” ujarnya. (adlan/wandi/irwan)

Loading...