Dipungli Hingga Rp2,5 Juta, Kasek Diusir Ratusan Murid MAN 4 Martubung

27

LABUHAN-M24 | Ratusan murid MAN 4 Martubung marah besar ketika Kepala Madrasah (Kepala Sekolah), Nurkholidah Lubis M.Pd.I melakukan pungutan liar (Pungli). Buntutnya, murid-murid mengusir Kasek dari sekolah, Selasa (17/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ratusan murid tersebut meminta Kasek segera angkat kaki dari madrasah yang terletak di Jln Perumnas Griya Martubung Blok X, Kel Besar, Kec Medan Labuhan itu. Selain diminta mundur, Kasek juga diminta mempertanggung jawabkan uang kutipan tak mendasar yang dibebankan pada para murid.

Bahkan disebutkan, aksi para peserta didik ‘putih abu-abu’ itu juga mendapat dukungan dari para alumni. “Kami para alumni saat ini yang turun ke lokasi setelah kami data ada 100 orang, intinya kami mendukung aksi yang digelar adik-adik kami di sini atas tuntutan mereka terkait maraknya kutipan yang dilakukan oleh pihak sekolah,” jelas alumni tahun 2013 ini.

Dia mengatakan kalau aksi tak juga mendapat tanggapan, mereka akan terus menggelar aksi sampai segala tuntutan dipenuhi. Sementara itu, dua orang siswa pendemo, Ozi dan Daffa yang ditemui M24 di lokasi menyebutkan agar Kasek segera mundur dari jabatannya. “Untuk kelas X dikutip Rp100 ribu agar bisa ikut ujian ambil jurusan. Bukan itu saja, kami juga sebelumnya juga dikutip uang pembangunan, uang seragam dikenakan mencapai Rp2,5 juta,” ujarnya.

Jelasnya lagi, aksi ini sudah dua hari mereka gelar sejak Senin kemarin. “Jika tak juga didengar, kami akan aksi mogok belajar,” ancam keduanya.

Pantauan di lokasi, ratusan murid yang kumpul di halaman sekolah terus bertahan sampai tuntutan mereka dipenuhi. Akibat aksi tersebut, proses belajar dan mengajar jadi terhenti.

Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon dan personilnya serta Camat Medan Labuhan Ar Rahman Pane dan personil Koramil berjaga di lokasi sekolah.
Informasi terakhir yang dirangkum M24, mediasi tertutup antara perwakilan sekolah, murid dan wali murid tidak membuahkan hasil apapun.

Sayangnya, tak satupun pihak sekolah yang bersedia untuk dikonfirmasi M24. “Maaf pak, ibu Kasek tidak ada di tempat, kalau kami tidak bisa memberikan keterangan apa-apa,” ucap beberapa guru wanita yang ditemui di ruang guru.

Ada kesan mereka sengaja menyembunyikan keberadaan Kasek. (mag1)

Loading...