Diteriaki maling ! Pria ini tewas dimassa

Rudi-Hinai |Begitu keluar dari rumah yang baru dibobol, Edi Ginting disambut amuk warga. Pria 41 tahun ini pun menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Masuk perangkap, seorang tamu tak diundang habis-habisan dihakimi warga Dusun II, Desa Suka Dame Timur, Kec Hinai, Langkat, Rabu (10/1) dinihari. Nyawa maling berkulit hitam yang belakangan diketahui bernama Edi Ginting itu tak terselamatkan, meski sempat menjalani prawatan medis.

Beraksi seorang diri, Edi Ginting memasuki perkampungan tersebut sekira pukul 03.00 WIB, mengenakan jeans dan baju kaos warna hitam.

Loading...

Merasa tak mengenalinya, sejumlah warga yang belum tertidur langsung menaruh curiga. Terlebih ketika mereka melihat pria 41 tahun tersebut hilir mudik di sekitar rumah milik Murni, yang kebetulan tengah ditinggal penghuninya.

Warga tak mau gegabah. Mereka membiarkan Edi Ginting beraksi, dengan tetap mengawasi dari lokasi tersembunyi. Kecurigaan mereka pun terbukti, maling tunggal itu membobol pintu belakang rumah Murni.

Sampai di situ, warga masih membiarkan. Namun, beberapa menit berselang, ketika Edi Ginting keluar lagi dari pintu belakang, warga langsung mengepung sembari meneriakinya maling.

Teriakan itu sontak membangunkan warga lain yang semula sudah tertidur. Tanpa ampun, Edi Ginting selanjutnya dipukuli beramai-ramai.

“Aku udah curiga awalnya karena enggak pernah lihat dia sebelumnya. Kami intiplah dan ternyata betul niatnya memang mau mencuri,” ungkap Supriadi, salah seorang warga yang ditemui M24, Kamis (11/1).

Supriadi menjelaskan, dinihari itu hampir seluruh lelaki dewasa di Dusun II, Suka Damai, keluar dari rumah masing-masing lantaran mendengar teriakan maling. Lantaran dipukuli bertubi-tubi, wajah dan sekujur tubuh Edi Ginting memar-memar.

Penjelasan ini diamini oleh Herimuliono, saksi mata lainnya. Hampir satu jam berselang, timpal dia, petugas Polsek Hinai tiba di lokasi lantaran ada warga yang melapor. Saat petugas tiba, Edi Ginting sudah terkulai lemas.

“Warga yang sedari awal sudah curiga, memang sengaja menyiapkan jebakan. Saat maling itu keluar dari rumah Bu Murni, di tangannya ada HP (handphone) milik anak Bu Murni,” jelas Herimuliono lagi.

Anggota Polsek Hinai yang tiba di lokasi saat itu juga mengamankan Edi Ginting dan melarikannya ke Puskesmas Tanjung Beringin. Lantaran kondisinya cukup parah, warga Bukit Dinding, Besilam, Kec Wampu, Langkat tersebut dirujuk ke RS Bhayangkara di Jln Sei Wampu, Medan.

Di RS Bhayangkara, Edi Ginting langsung dimasukkan ke Ruang Intensive Care Unit (ICU). Begitupun, nyawanya tetap tak tertolong. Petugas medis rumah sakit tersebut mengatakan maling yang saat beraksi tak membawa kartu identitas itu tewas akibat luka memar di sekujur tubuh.

Identitas Edi Ginting terungkap setelah salah seorang kerabatnya, Diriken Ginting (43), warga Pasar I, Desa Padang Cermin, Kec Selesai, Binjai, datang ke Polsek Hinai. Kepada petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Hinai, Diriken mengatakan maling yang tewas dihakimi massa di Desa Suka Dame Timur, Hinai adalah keponakannya.

Diriken kemudian dibawa ke Instalasi Jenazah RS Bhayangkara, Medan. Diriken pun kembali memastikan bahwa yang tewas itu adalah keponakannya, setelah menyaksikan langsung jenazah Edi Ginting.

Kapolres langkat AKBP Dede Rojudin Sik MH saat dikonfirmasi M24, Kamis (11/1), menjelaskan pelaku pencurian itu sudah lebih dulu dihakimi massa sebelum anggota Polsek Hinai tiba di lokasi.

“Saat anggota dari Polsek Hinai mengamankan dan melarikannya ke rumah sakit, kondisi pelaku sudah cukup parah,” pungksnya.

Loading...