Ditinggal Istri, Buruh Bangunan Tewas Gantung Diri

NAMORAMBE-M24 | Warga komplek Jakarta, Dusun Kayu Embun, Desa Delitua, Kec Namorambe, mendadak gempar. Seorang warga ditemukan tewas tergantung di dalam kamar tidurnya.

Informasi dihimpun metro 24, korban bernama Dedy (31) dan bekerja sebagai buruh bangunan. Korban pertama sekali ditemukan, Kamis (19/7) sekitar pukul 18:30 WIB. Warga komplek curiga melihat pintu rumah korban sedikit terbuka. Terdengar juga suara televisi yang menyala. Curiga, beberapa warga masuk ke dalam rumah. Setiba di dalam, warga terkejut melihat Dedy tergantung di dalam kamar tidurnya.

Dalam sekejap, rumah korban dipadati warga komplek yang ingin mengetahui peristiwa sebenarnya. Sejumlah teman dan tetangga korban, Nasib (40) dan Agus (43) mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Pasalnya, Rabu (18/7) malam, mereka minum tuak bersama di warung tak jauh dari rumah korban.

Loading...

Saat asyik menenggak minuman memabukkan khas Sumatera itu, Dedy mengatakan hendak mengakhiri hidupnya. Namun ia tak menyebut alasan rencana nekatnya itu. Sebagai teman, Nasib menasihati korban agar tidak bunuh diri. Mendengar itu, korban justru permisi hendak pulang.

“Jam sembilan malam kami bubar dari warung tuak. Dan perkiraan saya, setelah pulang dari warunglah korban mengakhiri hidupnya,” ucap Nasib diamini Agus.

Saat ditemukan, lanjut Nasib, tubuh korban sudah kaku. Di bagian leher yang terjerat tali tambang sedikit mengeluarkan darah, lidah keluar dan sudah beraroma busuk.

Sementara itu, menurut Agus, korban sering cerita sering cekcok dengan FW (29), istrinya. Bahkan sudah dua hari korban tinggal seorang diri di rumahnya. Sejak sebelum puasa, istri korban tinggal di rumah keluarganya di kawasan Ringroad, Medan.

“Korban ini pun baru datang dari luar daerah. Dia kerja sebagai buruh bangunan. Ada anaknya satu orang,” tutur Agus.

Keinginan korban untuk bunuh diri diamini tetangga lainnya, K Sembiring (33). Korban juga sudah pernah menegak racun serangga. Namun masih dapat ditolong. Menurut K Sembiring, sebelum mengakhiri hidupnya, korban meninggalkan secarik kertas di atas tempat duduk kreta Mio yang terparkir di ruang tamu rumah. “Pesan sama keluarganya. Tulisannya, ‘aku sayang sama kalian’,” beber Sembiring.

Kapolsek Namorambe, AKP Zainuddin Lubis melalui Kanit Reskrim, Iptu W Tarigan yang dikomfirmasi telah mengetahui informasi korban tewas bunuh diri tersebut. “Atas permintaan keluarga, korban tidak divisum. Dari tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Begitu keluarga korban tiba di rumahnya, istri korban langsung menangis, histeris,” ucap W Tarigan kepada metro 24, Jumat (20/7). (mehuli)

Loading...