Ditipu agen & disiksa majikan, 7 TKI asal Sumut kabur

Kualanamu-M24 | Tujuh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Sumut nekat kabur dan meminta perlindungan ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia.

Informasi diperoleh, Minggu (15/7), ketujuh TKI tersebut masing-masing Efa Butarbutar (32), warga Sergai, Rasimah (21), warga Harjosari Amplas, Medan, Ayu Wahyuni (24), warga Medan, Rita Ayu (27), warga Johor Lama, Stabat, Afrida Yani (32), warga Bergam, Binjai, Indah Wati (34), warga Labusel dan Rotua Hutagalung (56), warga Tapanuli Tengah.

Para TKI ilegal ini rata-rata bekerja selama satu tahun sebagai pembantu rumah tangga. Padahal agen yang memberangkatkan berjanji tidak mempekerjakan mereka sebagai pembantu. “Aku merasa tertipu diiming-imingi kerja di kilang. Ternyata sebagai pembantu rumah tangga,” terang Rasimah singkat.

Loading...

Tidak hanya itu, para TKI ilegal ini sering disiksa oleh majikan. Gaji mereka juga tidak dibayar tepat waktu. Akhirnya Rasimah dan teman-teman nekat melarikan diri. Mereka berharap KBRI dapat membantu kepulangannya.

Kepala BP3TKI Medan, Syahrum melalui Kordinator Pos BP3TKI Kualanamu, Suyoto membenarkan adanya tujuh TKI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia. Mereka tiba di Bandara Kualanamu dengan pesawat Air Asia.

“Kita hanya memasilitasi mereka setibanya di Bandara Kualanamu. Setelah didata langsung pulangkan ke kampung halaman masing-masing. Kita terus mengimbau agar warga Indoneisa yang hendak bekerja ke luar negeri hendaknya melalui jalur resmi yang sudah dibuka pemerintah. Dengan demikian, para TKI di bawah pengawasan negara,” jelas Suyoto. (yanfebri)

Loading...