Dituduh kakak mencuri, lajang pilih mati

27

Herry – Karo | Yaporli Sembiring mengambil keputusan nekat. Lajang 37 tahun ini mengakhiri hidupnya di ruang belakang rumah dengan seutas tali nilon, Jumat (6/4).

Ngidahsa beru Baru bagai disambar petir saat memasuki rumahnya, Jumat (6/4) sekitar pukul 13:30 WIB. Bagaimana tidak, ia melihat putranya, Yoporli Sembiring (37) tergantung di belakang rumah di Dusun Kuta Rih, Desa Laubalang, Kab Karo.

Informasi dihimpun M24 di lokasi, seminggu sebelumnya, Yoporli Sembiring terlibat cekcok dengan keluarganya. Ketika itu, kakak kandungnya kehilangan telepon gengam atau handphone (HP). Lajang ini pun dituduh oleh kakak dan ibunya sebagai pelaku pencurian.

“Setahuku, sempat mamak dan kakaknya mendesak korban untuk berkata jujur, mengakui dan minta agar korban mengembalikan HP yang diambilnya itu,” ucap tetangga yang meminta namanya tak disebut.

Tampaknya, tuduhan itu membekas di hati Yoporli. Menurut abangnya, Sutra Sembiring (39), akhir-akhir ini, Yoporli kerap marah-marah terlebih saat tidak memiliki uang.

Puncaknya, Jumat (6/5). Saat ibunya Ngidahsa keluar dari rumah, masih melihat Yoporli duduk-duduk di depan. Sekitar pukul 13:30 WIB, Ngidahsa kembali.

Namun ia terkejut saat menuju belakang rumahnya. Tampak Yoporli hanya mengenakan jeans pendek tergantung dengan seutas tali di dekat kamar mandi.

Peristiwa itu langsung diberitahukan Ngidahsa kepada tetangga dan meneruskannya ke pihak kepolisian. Tak berapa lama, petugas tiba. Dibantu warga, jenazah korban diturunkan.

Selanjutnya petugas memeriksa jasad korban. Hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Ganda, korban telah meninggal dunia dengan ciri-ciri lidah tergigit dan kemaluannya mengeluarkan sperma.

Kasubag Humas Polres Karo, AKP Marwan yang dikomfirmasi mengatakan masih menyelidiki latar belakang korban nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali nilon.

“Hasil pemeriksaan medis, korban bunuh diri. Untuk penyebab pastinya, kita masih melakukan penyidikan,” jelas Marwan.

Loading...