Dua Aksi Berseberangan Belah Warga Medan

MEDAN-M24 | Apa jadinya bila dua kubu massa berseberangan menggelar aksi di satu lokasi? Itulah yang terjadi saat dua kegiatan yakni aksi #2019GANTIPRESIDEN dan deklarasi #Jokowi2Periode berlangsung bersamaan di Medan, Minggu (22/7). Lokasi dua acara tersebut hanya berjarak sekitar 20 meter.

Untuk mencegah hal tak diinginkan, ribuan personel kepolisian diturunkan melakukan pengawalan dan pengamanan.Pantaun M24, untuk kegiatan #2019GANTIPRESIDEN digelar di depan Halaman Masjid Raya Medan di Jln SM Raja, Medan. Tidak jauh dari lokasi itu, massa deklarasi Jokowi 2 Periode berkumpul di Taman Sri Deli, Kota Medan, juga di Jln SM Raja.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan peralatan taktis untuk melakukan pengamanan bila terjadi benturan antara kedua kubu tersebut. Selain melakukan penjagaan ketat, dengan melakukan pemisahan jarak.
“Ya, kami melakukan penjagaan untuk kegiatan keduanya. Demi pengamanan dan kenyamanan selama aksi berlangsung,” ujar Dadang kepada wartawan di lokasi.

Loading...

Aparat kepolisian juga menerjunkan water cannon, barracuda dan lainnya. Dadang menyebutkan ada 1.000 lebih personel yang disiagakan. “Kami lakukan penjagaan agar aksi yang dilakukan dua kelompok masyarakat ini tetap kondusif,” ujar Dadang.
Di kubu massa pendukung Joko Widodo (Jokowi), mereka memilih berdzikir dan do’a bersama. Perwakilan massa, Bunda Indah mengajak seluruh elemen masyarakat yang menghadiri kegiatan deklarasi untuk menjaga kondusifitas.
“Harapannya, meskipun berbeda tujuan, maka mari kita tetap menjaga silaturrahmi,” ujar Bunda Indah.

Massa pro Jokowi juga memasang cukup banyak poster. Hampir seluruh poster berisi tulisan-tulisan yang menginginkan Jokowi maju dua periode.
Sementara itu, kubu Ganti Presiden melakukan orasi. Sejumlah tokoh tampak hadir di sana, di antaranya anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Raden Mohammad Syafii, anggota DPRD Kota Medan fraksi Gerindra Ihwan Ritonga dan sejumlah tokoh ormas Islam.
Sedangkan di kubu yang ingin 2019 ganti presiden lebih sedikit memasang poster. Kedua kubu juga kompak memakai penggung dari truk pembawa kontainer.

Pihak Berwajib Harus Sigap
Kelompok Kerja Kehumasan (Pokja Humas) Sumatera Utara memberi apresiasi tinggi kepada Polrestabes Medan yang berhasil mengamankan dua acara yang bersifat pro dan kontra di Medan.
“Kita dari Pokja Humas Sumut memberi apresiasi tinggi kepada pihak Kepolisian khususnya Polrestabes Medan yang mampu memberikan rasa aman bagi penyelenggara dan peserta kedua acara yang bersifat pro dan kontra ini,” ujar Penasehat Pokja Humas Sumut, H Idrus Junaidi SH, Minggu siang.

Idrus yang juga salah satu pendiri Pojka Humas Sumut ini, mengatakan, meski terbilang sukses melakukan pengamanan, namun Pokja Humas Sumut sedikit menyayangkan kedua acara tersebut digelar di waktu yang bersamaan dan lokasinya pun cukup berdekatan.
“Yang sedikit menjadi pertanyaan buat kita, kenapa acara tersebut diadakan di lokasi yang sangat berdekatan dan waktu yang bersamaan. Itu kan sangat berpotensi menimbulkan kericuhan karena acara nya bertema pro dan kontra. Alhamdulillah polisi berhasil memberikan pengamanan maksimal dan membuat kedua acara berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.

Selain itu, Idrus juga mengesalkan banyaknya beredar spanduk yang berisi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pemenang Pilgubsu 2018, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah mendukung gerakan Presiden Jokowi Dua Periode.
“Hal-hal seperti ini yang harusnya polisi cepat tanggap. Banyak kita lihat spanduk-spanduk yang bersifat provokatif yang beredar di dekat lokasi acara. Seperti pasangan Eramas yang mendukung salah satu kegiatan,” keluhnya.

Untuk itu, Idrus mengharapkan pihak berwajib sigap dan tidak membiarkan spanduk-spanduk bernada provokatif seperti itu beredar di lokasi acara yang dihadiri ratusan massa tersebut.
“Sekali lagi, ini menjadi PR bagi aparat berwenang dalam menanggulangi pihak-pihak yang berniat mengadu domba warga Sumut seperti pemasangan spanduk-spanduk bersifat provokasi tersebut. Itu harus ditindak dan segera diamankan,” tegasnya.

Diketahui, ratusan warga Medan seperti terbelah dengan dua aksi yang mengusung tema berbeda tersebut. Meskipun mengusung jenis acara yang nyaris sama yakni orasi dan pembacaan doa, acara yang bertema pro kontra ini sendiri sempat menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya bentrok. (tim)

Loading...