Gegara Jekpot, Ginting Kehilangan Betor

13

DELITUA-M24 | Ini lah kalau udah soor main judi. Bisa lupa segalanya, sampai tak sadar harta benda bisa tergadai. Ujungnya, ya cuma bisa menyesali apa yang sudah diperbuat.

Itulah yang dialami Retno Ginting (21) warga Dusun Sungai Nangka, Desa Baru, Kec Pancurbatu. Dia terpaksa kehilangan Betornya lantaran tak sanggup membayar koin jackpot sebesar Rp200 ribu.

Sudah barang tentu, pemuda setempat (PS) yang menjaga mesin jackpot di tanah garapan Kel Lau Cih, Kec Medan Tuntungan itu tang mengizinkannya pulang sebelum membayar. Mau tak mau, Betor Revo warna hitam BK 2399 IT miliknya terpaksa ditahan PS.

Ceritanya, Minggu (14/7) sekira 12.00 WIB, Ginting dapat penumpang tujuan Pasar Induk Lau Cih Medan. Selesai mengantarkan penumpangnya, dia mau ke Perumnas Simalingkar dengan cara memotong jalan dari belakang. Di tengah jalan, korban haus dan berhenti di salah satu warung. Selesai membeli minuman, korban melihat di warung itu ada jackpot.

Ginting lalu memesan koin Rp50 ribu dan langsung main. Koin habis, dia pesan lagi Rp50 ribu hingga terutang Rp200 ribu. Dia sempat memohon ke pemilik warung agar bisa membayar utangnya pada sore hari. Tapi permintaan itu ditolak, dia lalu coba memborohkan HP nya, tapi lagi-lagi tak diterima.

Ginting lalu keluar warung dan bertemu dengan AI (40) dan IJ (30) warga setempat. “Kau harus membayar koin itu. Kalau tidak, kau tidak aman,” ujar keduanya.

“Aku bayar nanti sore bang,” kata Ginting memelas. Mendengar ucapan korban, kedua pemuda tersebut mengiyakan dengan catatan Betornya ditahan. Janji meleset, uang baru didapat besok paginya. Dia pun bergegas untuk menjemput Betornya.

Sialnya, karena sudah lewat batas waktu, Betor Ginting sudah digadaikan IJ ke orang lain. Kalau mau diambil, Ginting harus membayar Rp250. Begitu uang diberikan, IJ tak nongol lagi. Dia lalu mengadu ke orang tuanya, RS (50).

Kesal terus dibola-bola, mereka memilih membuat laporan ke Polsek Delitua. “Mau saya laporkan IJ dan kawan kawanya bang, karena sudah menggelapkan betor saya,” ungkap korban di Polsek Delitua, Rabu (25/7) sekira 18.30 WIB.

Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau mengatakan kalau pihaknya belum menerima laporan korban karena tak mengetahui alamat TKPnya. “Pun demikian, setelah cek TKP, kalau memang benar wilayah kita, kita akan trima laporanya,” ujarnya. (mehuli)

Loading...