Hilang ditelan Sungai, pencarian Petani Tabuyung libatkan Paranormal

NATAL-M24 | Petani yang hilang terseret arus sungai di Desa Tabuyung, Kec Muara Batang Gadis, Kab Mandailing Natal (Madina), hingga Rabu (11/7), belum juga ditemukan. Selain melibatkan aparat dan warga sekitar, pencarian korban melibatkan paranormal.

Petugas dari Tim Keamanan Laut (Kamla) Madina dibantu warga setempat masih terus melakukan pencarian korban yang hilang di aliran Sungai Batang Gadis. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi awal korban tenggelam dan di sepanjang alur sungai.
Pihak Kamla Madina saat dikonfirmasi M24, mengatakan pihaknya telah mengerahkan beberapa personel dibantu masyarakat setempat untuk terus mencari korban.
“Korban atas nama Amril Piliang (65). Hingga kini belum ditemukan. Pencarian korban juga dibantu masyarakat setempat,” kata Komandan Posal Natal, Kamla Madina, Peltu O Siagian.

Lebih lanjut Siagian menjelaskan, hingga Rabu sore tim gabungan dari TNI/Polri beserta masyarakat setempat terus dilibatkan membantu melakukan pencarian terhadap korban.
“Ya, kita masih terus melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran di aliran sungai sampai muara dengan menggunakan kapal pencari ikan. Di hari pertama pencarian kita akhiri pukul 17:00 sore dan dilanjutkan Rabu hingga sorenya,” imbuhnya.
Selain pencarian langsung, sejumlah warga juga menempuh jalan gaib. “Ya, ada warga yang menempuh jalan gaib, seperti melibatkan paranormal atau melakukan ritual. Kita gak melarang demi tujuan memaksimalkan pencarian. Jadi semua langkah kita tempuh. Bahkan tadi kita masak nasi tumpeng dan menghanyutkan satu sisir buah pisang,” bilang Duyung Lubis, warga Desa Tabuyung.

Loading...

Seperti diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara sepekan terakhir, renggut korban. Seorang warga di Desa Tabuyung, Kec Muara Batang Gadis, Madina dinyatakan hilang.
Informasi diperoleh M24, peristiwa berawal ketika korban hendak mengambil durian ke kebunnya di Panjalamen dengan menumpang perahu. Malang, tiba-tiba perahu yang ditumpangi oleng akibat diterjang angin dan arus yang cukup deras. Korban bersama perahunya terseret hingga tenggelam.

Menurut Julman, saksi mata kejadian, sebelum peristiwa terjadi, dia bersama korban sama-sama berniat untuk menyeberangi sungai.
“Memang, saat itu gelombang pasang sudah naik ditambah angin kencang,” ujarnya di hadapan petugas kepolisian.

Julman mengaku sempat melihat korban bersama perahunya terbalik. Melihat kejadian itu, Julman berusaha menolong, namun korban keburu hilang ditelan arus sungai dan tidak terlihat lagi. “Begitu saya kejar perahu yang ditumpangi korban, ternyata dia tidak ada di situ lagi,” imbuh Julman.

Pascakejadian masyarakat setempat dengan menggunakan kapal pukat ikan sedang menyisir aliran sunggai hingga muara dan kawasan pinggiran laut. (heri)

Loading...