Ibu dan 2 anaknya terpanggang

65

Rudi-Langkat | Muslim dan Dayat sempat mendobrak pintu Toko Serba Serasi, tapi tak ada jawaban. Sementara, api terus menjalar dan membakar 5 ruko (rumah toko), Kamis (28/9) dinihari. Leni alias Alien (45) serta dua anaknya, Ivan (17) dan Sella (14) pun terpanggang. Kondisinya mengenaskan.

Kebakaran yang merenggut korban jiwa itu terjadi di Jln. Mesjid, Kel. Berandan Timur, Kec. Babalan, Langkat, tepatnya sekira pukul 00.45 WIB. Muslim maupun Dayat, warga setempat yang menjadi saksi mata mengatakan titik api pertama kali terlihat di Toko Serba Serasi.

Dari ruko milik keluarga Leni itu, api menjalar ke Toko Roti Harapan Baru milik Ahan (48), Kantor Yasoba (Yayasan Sosial Babalan), gudang peralatan tambak udang milik Aguan (67) dan Toko Roti Acai milik Acai (38). Total kerugian materil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Ketika api pertama kali terlihat, Muslim dan Dayat mengaku sedang melintas. “Kami sedang melintas malam (dinihari) itu. Terlihat asap sudah mulai mengepul dan api mulai membesar, saat kami berusaha membanggunkan pemilik ruko. Sudah tidak menyahut lagi. Bersama warga lain yang kemudian berdatangan, kami berupaya mendobrak pintu ruko milik korban. Namun, pintu itu terkunci sangat kuat, sehingga tak bisa terbuka,” jelas Muslim, diamini Dayat, sembari mengatakan teriakan-teriakan warga membuat penghuni ruko lain langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Muslim menambahkan, Leni selama ini mengelola toko kelontong bersama kedua anaknya, yang salah satu mengalami keterbelakangan mental. Sementara itu, suami Leni diketahui sudah sekitar tiga tahun lalu meninggal dunia.

Api baru dapat dipadamkan setelah tiga jam. Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat diturunkan ke lokasi, dibantu dua unit mobil pemadam milik PT. Pertamina Depo Pangkalan Berandan.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin, melalui Kasubag Humas Polres Langkat Kompol Arnold, Kamis (28/9) pagi, mengonfirmasi bahwa api berasal dari Toko Serba Serasi. Soal penyebab timbulnya api, untuk sementara dia menduga akibat arus pendek listrik.
Setelah api berhasil dipadamkan dan pintu Toko Serba Serasi berhasil ditembus, tampak Leni dan kedua anaknya meninggal dalam posisi saling berpelukan di ruang tengah. Terlihat pula bahwa ternyata ruko lantai dua ruko tersebut terbuat dari kayu. Karena itu api menjadi cepat membesar.

Ketiga korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 09.30 WIB. Upaya evakuasi berlangsung lama lantaran mayat ketiga korban tertimbun material bangunan.

Saat dievakuasi, tubuh para korban tampak sudah tidak utuh lagi. Isi perut sudah terburai dan tulangnya sudah tidak berbalut daging lagi. “Selanjutnya mayat korban dibawa ke RS Tanjung Pura untuk keperluan otopsi,” jelas Arnold.

Di sisi lain, Camat Babalan Yafiszham Parinduri mengatakan pihaknya masih mengusulkan agar para korban kebakaran mendapatkan bantuan. “Pastinya ada bantuan. Sudah kita usulkan,” tukasnya.

Loading...