Inilah Pemicu Bentrokan di Dolok Silau

231

ADI-SIMALUNGUN| Bentrokan dua massa desa Nagori Bawang dengan Desa Cingkes kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun terjadi,Senin (24/4) dinihari hampir saja menelan korban jiwa.

Beruntung aparat Polres Simalungun dibantu Brimob Siantar berhasil meredap amarah dua kubu tersebut. Begitupun dua warga Desa Cingkes harus mendapatkan perawatan di RSU Kabanjahe karena mengalami luka cukup serius.

Data di himpun dari pihak polres Simalungun, awalnya bentrok di picu, Minggu (23/4) seekitar pukul 15.30 WIB. Dua orang warga Nagori Cingkes mengendarai sepeda motor dengan ugal ugalan di jalan umum Nagori Bawang menuju nagori Cingkes Kecamatan Dolok Silau dan menyenggol seorang wanita warga Desa Bawang.

Selanjutnya wanita tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya kepada keluarganya. Warga pun mengejar dua orang warga Nagori Cingkes,setelah bertemu kedua pria tersebut langsung di pukuli. Atas pemukulan tersebut kedua orang tersebut mengalami luka dan di bawa berobat ke Rumah Sakit Kaban jahe Kab. Tanah Karo.

Sekitar pukul 19.30 Wib masyarakat Cingkes datang ke Simpang Desa Bawang untuk mencari pelaku pemukulan. Setiba di lokasi (TKP) melakukan pengerusakan rumah warung milik Mani Barus dan membakar satu unit Sepeda Motor.

Sekira pukul 21. 00 Wib aparat koordinasi dengan Kepala Desa Nagori Bawang Pilemon Sembiring dan Kepala Desa Cingkes Amit Tarigan dilakukan pertemuan dengan warga masyarakat Desa Bawang di depan gereja GPDI di dusun tamba bawang nagori bawang kecamatan dolok silau yg diikuti sekitar 100 orang. Dlam pertemuan tersebut hadir Kabag Ops Simalungun Kompol Edi Bona Sinaga, anggota DPRD Kabupaten Simalungun Elias Barus, Kapolsek Seribudolok AKP B. Manurung, Kasat intelkam Simalungun AKP R.Sihotang.

Dalam hasil pertemuan diharapkan agar permasalahan yang terjadi kepada pihak kepolisian dan menghimbau agar masyarakat Nagori Bawang tidak melakukan penyerangan atau perlawanan terhadap warga,mengajak masyarakat agar bersama sama menjaga situasi yang kondusif di Nagori Bawang, tidak melakukan penyerangan sementara pihak kepolisian akan melakukan pengamanan di simpang Nagori Bawang untuk mengantisipasi apabila ada penyerangan dari warga masyarakat nagori cingkes.

Pangulu Bawang Pilemon Sembiring kepada masyarakat mengajak agar masyarakat nagori bawang untuk menahan diri dan tetal menjaga situasi tetap kondusif.Begitu juga yang di sampai Pangulu Cingkes Amit Tarigan.

Ternyata di luar dugaan pada pada aparat,pangulu dua desa hendak menjumpai warga Cingkes dalam perjalanan tepatnya di Simpang Nagori Bawang warga masyarakat Nagori Cingkes berjumlah lebih kurang 50 orang telah berkumpul di simpang nagori bawang dan mereka membawa peralatan berupa parang, bambu dan kayu dengan tujuan menghadang setiap masyarakat yg datang dari Nagori Bawang.

Atas situasi tersebut Kabagops, Kasat Intelkam, anggota DPRD Simalungun, pangulu Nagori Cingkes dan pangulu Nagori Bawang melakukan himbauan terhadap masyarakat tersebut agar kembali ke Desa Cingkes untuk dilakukan pertemuan guna mencari Solusi penyelesaian permasalahan.

Namun himbauan tersebut tidak dihiraukan, dan mereka meneriakkan harus mendapatkan pelaku penganiayaan sambil berusaha menuju ke Desa Bawang Namun Personil Polres Simalungun, Polsek Dolok Silau dan Polsek Seribu Dolok melakukan penghadangan sambil tetap melakukan himbauan agar warga kembali ke Desa Cingkes, pada saat tersebut juga warga Nag Cingkes melakukan pelemparan dengan menggunakan batu sambil berteriak dan pada saat itu juga mereka melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah warung milik Mani Barus.

Pada saat yang bersamaan Kasat Intelkam menemui Jaya Sembiring yang diduga sebagai penggerak massa yg selalu berteriak “Maju” dan memberikan himbauan agar warganya diajak untuk kembali ke Desa Cingkes dan mengajak agar dapat berkumpul di Desa untuk mencari solusi penyelesain permasalahan baik secara kekeluargaan maupun secara prosedur hukum, namun himbauan tersebut tidak dihiraukan.

Dengan adanya pembakaran warung milik Mani Barus sehingga masyarakat Nagori Bawang berdatangan dan hendak melakukan perlawanan dengan maksud mengusir warga masyarakat Cingkes yang berada di simpang Nagori Bawang. Namun personil Polres Polri yg sudah berada di TKP melakukan penghadangan sekaligus memberikan himbauan agar mereka kembali ke Desa Bawang, bersamaan dgn itu petugas Polri mendesak warga Cingkes agar meninggalkan TKP, Sehingga Sekitar pukul 23.30 Wib warga masyarakat Cingkes meninggalkan TKP menuju ke Desa Cingkes.

Dikira sudah kondusif ternyata tidak,sekira pukul 24.00 Wib warga masyarakat Desa Cingkes kembali datang ke simpang nagori Bawang dengan jumlah massa diperkirakan dengan jumlah 75 orang dan masing masing membawa peralatan berupa Senapang angin, Pisau, Parang, kayu dan batu yg bertujuan melakukan perlawanan terhadap Desa Bawang namun pada saat itu warga Desa Bawang sudah kembali ke Desa.

Senin (24/4)sekira pukul 00.15 Wib Kapolres Simalungun bersama dengan satu Kompi Brimob Siantar tiba di TKP dan melakukan pengamanan terhadap warga Desa Cingkes yg berada di TKP sebanyak 63 orang dan dari warga tersebut disita beberapa barang bawaan berupa parang, pisau, tombak, kawat duri, kayu dan batu.

“Untuk mengantisipasi hal hal yg tidak diinginkan Polres Siantar dibantu Personil Brimob Siantar ditempatkan di beberapa lokasi seperti di Simpang Nagori Bawang (TKP) ditempatkan 50 personil, di Polsek Dolok Silau ditempatkan 15 personil, di Polsek Seribu Dolok 15 Personil dan di Polres Simalungun 20 Personil,” ucap Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan Sik.

“Saat ini situasi aman dan Kondusif, kedua warga masyarakat Desa telah menerima himbauan kembali ke rumah masing-masing,”ucap Marudut.

Loading...