Istri minggat, ayah kandung digorok sampai tewas

51

LABUSEL-M24 | Sabar Sianturi ditemukan tewas dengan leher nyaris putus. Pria 57 tahun itu disebut digorok anak kandungnya, Rudi Sianturi yang depresi akibat ditinggal kabur istrinya.

Warga Dusun Kampung Bandung, Desa Mandalasena, Kec Silangkitang, Kab Labuhanbatu Selatan (Labusel) digemparkan dengan tewasnya Sabar Sianturi dengan kondisi mengenaskan.

Informasi dihimpun di lokasi, jasad pria 57 tahun ditemukan warga di bawah pohon sawit yang terletak di belakang rumahnya, Sabtu (19/5) subuh. Saat ditemukan, ayah enam anak ini berlumuran darah. Tampak luka menganga di bagian leher yang hampir putus.

Temuan itu pun membuat kehebohan. Satu persatu warga mendatangi lokasi untuk melihat kondisi korban secara langsung. Sebahagian langsung melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

“Informasi dari warga kita terima, tentang adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Selanjutnya personel piket berangkat ke TKP (tempat kejadian perkara). Di situ masyarakat juga sudah berkumpul,” jelas Kapolsek Silangkitang, AKP Tulus Panggabean kepada M24, sore harinya.

Dibantu warga, lanjut Tulus Panggabean, pihaknya mengevakuasi korban ke dalam rumah duka. Dari keterangan warga, korban diduga kuat dibunuh anak kandungnya, Rudi Sianturi (40) yang ketika itu berada di dalam rumah.
Saat itu juga, petugas mengamankan sulung dari enam bersaudara ini ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan sejumlah warga, pelaku kerap mengamuk layaknya orang stres. Apalagi, seminggu belakangan, istrinya, Netti Lisana Manulu (38) diketahui kabur ke Batam membawa anak bungsunya. Meninggalkan dua anaknya yang lain bersama pelaku.

“Motif kejadian diduga pelaku depresi karena ditinggal oleh istrinya. Pelaku kemudian membabi buta menggorok leher ayahnya dengan gunting di bawah pohon sawit di belakang rumahnya. Sebelum kejadian, pelaku sudah sering mengamuk seperti orang stres,” tutur Tulus.

Hal itu diamini Kepala Desa Mandalasena, Sundoyo. Hanya saja, dirinya enggan memberi keterangan lebih jauh terkait peristiwa berdarah di desanya itu.

“Iya, benar ada (pembunuhan). Anaknya depresi bunuh ayahnya. Nanti ya, saya masih memberikan keterangan sama pihak hukum,” ucapnya sembari memutuskan sambungan telpon.

Untuk proses selanjutnya, pelaku diserahkan ke Polres Labuhanbatu.(habibi)

Loading...