Jadi ajang maksiat, Lapo tuak dibakar massa

42

SIDIMPUAN-M24 |Keberadaan lapo tuak di kawasan Pudun Jln Baru Bypass meresahkan warga setempat. Di lokasi itu, selain menjual mabuk-mabukan pengelolanya juga menyediakan pondok lengkap dengan wanita malam dan musik hingar bingar.
Keresahan warga pun memuncak.

Entah siapa yang mengomando, lapo tuak yang dituding ajang maksiat itu dibakar. Sebelumnya warga sudah beberapa kali memperingatkan pemilik lapo tuak agar tidak terlalu vulgar membuka usahanya. Namun peringatan warga tersebut tak digubris.

Merasa diabaikan begitu saja, warga pun marah. “Kemarin, warga didampingi aparat Kepolisian dan Satpol PP sudah mengimbau agar pemilik lapo tuak menutup usahanya. Paling gak jangan terlalu vulgar hingga mengusik ketenangan warga kampung,” kata Kepala Desa (Kades) Pudun, Fajar, saat ditemui M24, Selasa (25/6/2018).

Apalagi, ungkap Kades, selain menjual tuak dan minuman keras, di lokasi juga ada pondok tertutup hingga diduga menjadi ajang mesum. “Warga sudah berulang kali menyampaikan keresahan mereka kepada saya. Karena itulah pemilik lapo tuak itu kita tegur, baik secara lisan maupun tulisan. Tapi mereka (pemilik lapo tuak, red) tidak mengindahkannya,” imbuh Fajar.

Puncaknya, warga marah. “Beberpa hari lalu, saya bersama beberapa warga pun sempat memperingatkan pemilik lapo tuak. Tapi tetap juga tak digubris. Akhirnya warga tak lagi bisa meredam emosi hingga kemudian membakar lapo tuak itu,” tegas Fajar.

Fajar juga mengaku tak bisa menghalangi aksi massa yang dalam keadaan emosi hingga membakar lapo tuak. Hal itu dibenarkan Irwan, salah seorang warga setempat. Irwan bilang, warga Pudun sudah sangat resah dengan keberadaan lapo tuak yang menjadi ajang mesum, selain mabuk-mabukan.

“Beginilah kalau warga di sini sudah mengamuk. Makanya jangan dianggap kalau warga selama ini selalu diam atas keberadaan lapo tuak itu, mereka (pemilik tuak, red) semakin merajalela,” ketus Irwan.

Aksi massa yang nekat membakar lapo tuak, menurut Irwan, tak bisa disalahkan. Apalagi, sebelumnya warga sudah melapor kepada kepala desadan aparat berwenang. “Kepala Desa dan aparat Kepolisian serta Satpol PP sudah turun langsung memperingatkan pemilik lapok tuak, tapi tetapo diindahkan. Ya, beginilah jadinya,” tandas Irwan. (kevin)

Loading...