Jalan Sigura-gura Terputus Total, Apa Cerita Pak Bupati?

104

TOBASA|Jalan Sigura-gura yang menghubungkan Kabupaten Tobasa-Kabupaten Asahan, tepatnya di KM 8 Desa Meranti Timur, Kec Pintu Pohan Meranti, Tobasa putus total sejak Juli 2016 lalu.

Namun hingga kini jalan longsor tersebut tak kunjung diperbaiki. Akibatnya, para pengendara terpaksa melintas dari tanah pribadi milik warga. Para pengendara roda empatpun dipungut biaya lewat antara Rp10-20 ribu.

Pantauan M24, jalan itu terlihat putus total sepanjang sekira 15 meter akibat longsor, kedalaman longsor itu juga mencapai 5 meter. “Ini sudah setengah tahun, sejak lebaran idul fitri tahun lalu juga sudah begini. Tapi sampai sekarang pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan ini,” sebut Sahat Simangunsong, salah seorang warga sekitar.

Para pengendara yang terpaksa melintas dari tanah milik warga berinisial MP, mengeluhkan pungutan biaya lewat tersebut.

“Tadi saya bayar Rp10 ribu sekali lewat, awalnya diminta Rp20 ribu, tapi nggak saya kasih. Kita sebenarnya keberatan sih, tapi bukan sama pemilik tanahnya, melainkan kepada pemerintah yang terus membiarkan jalan ini. Kalau pemilik tanah wajar saja minta dari kita karena kita lewat dari tanah mereka,” sebut Sugiono, salah seorang pengendara mobil Avanza yang datang dari Kisaran.

Sementara salah seorang penjaga plank jalan mengaku mampu menghasilkan Rp1-1,5 juta/hari dari para pengendara yang menggunakan tanah tersebut.

“Kita 40:60 dengan pemilik tanah. Sama kami 40% sama pemilik tanahnya 60%. Sehari kita bisa kantongi Rp100 ribu/orang,” ujarnya sembari mengakui jika penjaga plank jalan itu berjumlah 3 orang.(alex)

Loading...