Jika tidak taati UU, BMMBR minta penjarakan pemilik PT.RAPP

39
Patrison- Pekanbaru| Barisan Mahasiswa dan Masyarakat Bela Riau (BMMBR) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Provinsi Riau, kamis (26/10/2017).

Dalam aksinya, para pendemo menyampaikan 4 butir tuntutan. Tuntutan itu terjadi lantaran dugaan pembangkangan yang dilakukan PT.RAPP terhadap peraturan Pemerintah No.57 Tahun 2016 tentang perlindungan dan pengeloloaan ekosistem gambut.

Menariknya, tuntutan yang disampaikan tersebut tidak permintaan pemberian sanksi ringan. Tidak tanggung-tanggung pada butir ke-2, para pendemo meminta ketegasan pemerintah untuk mengkerangkeng pemilik PT.RAPP, jika tidak mematuhi peraturan ndang-Undang.

“jika perusahaan tidak mentaati Undang-undang dan kewajibannya sebagaimana tercantum poin diatas, maka pemerintah harus memberi sanksi tegas . Hukum dan penjarakan pemilik perusahaan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia,”kata Kordinator Umum BMMBR, Husni Tamrin, di kertas pernyataan sikap Barisan Mahasiswa dan Masyarakat Bela Riau.

Pantauan Metro24.co, aksi demo digelar sekitar pukul 11’00 Wib. Dikabarkan, para pendemo tersebut berasal dari Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Selain itu, mereka terlihat membawa spanduk bertuliskan “MAHASISWA BELA MASYARAKAT DUKUNG KEPUTUSAN MENTERI No.S.1254/MENLHK-SEKJEN/ROUM/HPL.t/10/2017”.

“PEMERINTAH PROVINSI RIAU HARUS SATU SIKAP DENGA PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENERBITKAN PERUSAHAAN HTI DI BUMI LANCANG KUNING RIAU”.

Loading...