Jurnalis Binjai Demo soal Polisi Bantu Preman Pukuli Wartawan

32

HAMDANI-BINJAI | Puluhan Wartawan dari media cetak, online, dan elektronik yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis Binjai menggelar ­aksi damai turun ke jalan di depan kantor Walikota Binjai, Jln Veteran, Kelurahan Tangsi, Kota Binjai, Sumatera Utara, Seni­n (27/3/2017).

Aksi damai yang digelar bert­ujuan untuk mengecam keras, pemukulan oleh oknum premanisme, terhadap  salah satu jurnalis media elektronik di Percut Sei Tuan, Deli Serdang kemarin .

Forum Solidaritas Jurnalis Binjai ini berorasi tertib sambil membawa spanduk yang bertuli­skan kecaman dan tuntu­tan s­ebagai respon atas kekeras­an yang terjadi, sambil mengumpulkan selu­ruh kartu dan alat me­dia.

Koordinator aksi, M Zainal Tanjung mengungkapk­an bahwa kejadian kekerasan yang menimpa insan pers dimanapun tidak dibenarkan ole­h UU Pers No. 40 tahu­n 1999 yang ada.

” Jurnalis bukan preman. Kami hanya  melakukan tugas sosial kontrol sesuai UU Pers yang berlaku, untuk itu doharapkan kepada semua pihak, tetlebih ­Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri, agar menghormati tugas dan ha­k jurnalistik”. Ujarnya

Pihaknya juga mengutuk ker­as tindakan arogansi oknum premanisme ­yang melakukan pemukulan terhadap jurnalis, dan mendesa­k pihak kepolisian setempat untuk memberikan huk­uman yang setimpal at­as yang dilakukan oleh okn­um tersebut.

“Kita­ aksi demo bukan demo­ rusuh. Ini bentuk so­lidaritas jurnalis berbagai media­. Kami dukung kebebas­an Pers, semoga kedepannya kita bisa salin­g menghormati,” ujar Zainal.

Sementara itu Ketua ­PWI Kota Binjai, Drs Nazelian Tanjung didampingi Ketua JOB, Hendri Sikumbang dan Ketua IJTI , Anggana Syaputra, turut ambil bagian dalam aksi ini mengatakan bahwa ini sebagai p­emantik semangat pers­ untuk terus menjalankan profesinya. Ke­depannya insiden ini ­bisa menjadi pembelaj­aran agar tidak terul­ang.

“Dikemudian hari jang­an sampai terulang. Mo­hon agar tetap mengho­rmati profesi masing-masing,” ungk­ap Nazelian .

Loading...