Kabur Sejak 13 Mei 2017, Tahanan Polres Binjai Tewas Disapu Tsunami

Gempa beriring tsunami di Sulteng ternyata turut mengakhiri pelarian sosok yang mengotaki kaburnya 18 tahanan Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai. Sementara itu jejak perantau asal Patumbak, Deliserdang, juga pupus pascabencana yang menelan lebih dari seribu jiwa itu.

BINJAI-M24 | Bencana alam di Kota Palu dan Kab. Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9), akhirnya menyentak jajaran Polres Binjai. Betapa tidak, belakangan diperoleh kabar bahwa Devi Piliang alias Devrik turut meregang nyawa disapu tsunami yang melanda Donggala.

Diketahui, Devrik merupakan aktor yang merancang proses kaburnya 18 tahanan Satres Narkoba Polres Binjai pada Sabtu, 13 Mei 2017 lalu. Lelaki 35 tahun, warga Gg M Saleh, Ling I, Kel Rambung Timur, Binjai Selatan, ini masih tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Binjai.

Loading...

Sebelum diperoleh kabar dirinya tewas disapu tsunami Donggala, Devrik adalah 1 dari 5 tahanan kabur yang belum berhasil ditangkap kembali. Dengan tewasnya Devrik, berarti sejauh ini masih tersisa 4 tahanan kabur yang masih menghirup udara segar.

“Sabtu (29/9) lalu kami tahunya (tewasnya Devrik akibat tsunami Donggala). Ada anggota yang memberi tahu,” jelas Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto kepada wartawan, Senin (1/10).

Kabar itu, kata Aris, berhembus dari mantan Kanit I Sat Res Narkoba Polres Binjai yang sekarang berdinas di Sium Polres Binjai. “Saat ini sedang diurus jenazahnya untuk dibawa pulang ke kampung (Binjai). Tadi ada penyidiknya langsung yang memastikan ke rumah duka, mengecek ke sana,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini.

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, menambahkan bahwa dalam pelariannya Devrik bekerja menjadi anak buah kapal (ABK) di kawasan perairan Donggala. Menurut dia, informasi tersebut diperoleh pihaknya berdasarkan keterangan keluarga Devrik.

“Pada Sabtu, 29 September 2018, keluarga menerima telepon dari rekan Devi Piliang. Rekannya menyatakan Devi Piliang sudah meninggal dunia akibat tsunami,” urai Siswanto.

Masih berdasar keterangan Iptu Siswanto Ginting, jenazah Devrik sudah dikirim ke Kota Rambutan melalui jalur udara. Jelang tengah malam, Minggu (30/9), jenazahnya pun tiba di rumah duka.

“Usai dilakukan salat jenazah pukul 23.15 WIB, jenazah langsung dibawa ke tempat pemakaman umum untuk dikebumikan,” tambah mantan Kanit Polsek Selesai ini.

Siswanto Ginting mengakui Devrik merupakan salah satu DPO Polres Binjai terkait tahanan Satres Narkoba yang kabur dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Binjai. Disebutkannya, nama Devrik tercatat dalam DPO 46/V2018 Polres Binjai. Devrik tutup usia meninggalkan tiga anak dan seorang istri.

“Diduga yang bersangkutan pergi ke Donggala untuk menghindari pencarian pihak Polri terkait tindakan yang bersangkutan melarikan diri dari Sel Narkoba Polres Binjai,” tandasnya.

Disebutkannya pula, sisa empat tahanan kabur yang masih dalam perburuan pihaknya adalah Ferry Anwar alias Feri, warga Binjai Utara; Sukarno alias Karno, warga Kec Selesai; Ade Irawan alias Bram, warga Binjai Utara; dan Daniel Sembiring alias Biring, warga Binjai Selatan. (sopian)

Loading...