Katanya Tak Ada Izin, Warga Serbu PKS PT LAB dan Minta Pabrik Ditutup !

159

ASWAR-DELISERDANG|Ratusan warga masyarakat Dusun I Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang berduyun-duyun mendatangi lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Leomas Anugrah Bersaudara (LAB) yang berdiri di daerah mereka Senin (20/3).

Kehadiran warga, meminta kepada pihak perumahan agar tidak mengoprasikan perusahanya sebelum tuntutan mereka di penuhi oleh pihak PT LAB. Kalau perusahan ini dibiarkan beroprasi maka limbah yang mengancam lingkungan sekitar dan kesehatan masyarakat setempat .

Warga mendesak agar perusahaan Pabrik Kelapa sawit dibawa bendera PT LAB sebaiknya mengurungkan niatnya untuk mengoprasikan perusahanya yang bakal mengancam jiwa masyarakat akibat pencemaran limbah perusahaan.

Kekesalan warga terhadap perusahaan itu, membuat warga Dusun I Desa Negara Beringin mendatangi pabrik PKS PT LAB. Mereka berunjuk rasa dan menuding kalau pihak perusahan belum ada mengantongi izin Oprasional bahkan anak sungai Belumai yang selama ini dipergunakan warga bakal tercemar akibat limbah.

Koordinator Aksi demo, Timbul Tarigan SE, menegaskan tanda tangan yang dikumpulkan pihak perusahan beberapa waktu lalu untuk pengurusan izin persetujuan masyarakat sebenarnya diduga bukan diambil dari masyarakat yang berdekatan dengan lokasi pabrik. Namun pihak perusahan memberikan uang kepada masyarakat lain senilai Rp 50.000,- untuk pendukung agar PKS tersebut dapat berdiri.

Selain itu, pihak perusahan juga harus memperhatikan faktor-faktor yang mendukung kesehatan. Hal ini mengacu pada kaidah-kaidah yang berkesinambungan terhadap lingkungan dan iklim.

Penentuan rona awal nantinya akan berpengaruh terhadap arah dan kecepatan angin, tingkat kebisingan, polusi bau kolom limbah, serta arah effluent pond.
Dan pihak perusahan PT LAB juga harus mengantongi Izin-izin yang melegalkan pembangunan pabrik di antaranya UKL-UPL/RKL-RPL/AMDAL, SIUP,SITU, HGB, IMB Pabrik, IMB Perumahan, Izin Gangguan HO, Izin.

Pembangunan Limbah Cair (IPAL), Izin Radio, Izin Land Aplikasi, Izin Mesin-mesin Pabrik, dan Izin Timbangan. Sementara itu, untuk pengadaan peralatan pabrik meliputi Housting Crane, Steriliser, BPV/Steam Separator, Boiler, Turbine uap, Motor Diesel, Penangkal Petir Listrik, dan Air Permukaan kata Timbul Tarigan dalam orasinya.

Namun meski belum melengkapi persyarakatan perizinan melalui orang dekat Bupati Deliserdang yang juga sebagai orang suruhan dari PT LAB perusahan tersebut dapat dibangun dengan lancer tanpa ada hambatan dari dinas terkait bahkan isu yang berkembang di kalangan pekerja di PT LAB orang suruhan perusahan tersebut yang kerap mengaku-ngaku anak main Bupati Deliserdang sempat mengumbar janji dan menokohi.

Namun dari tuntutan masyarakat, kata Timbul Tarigan belum ada satu poinpun perusahan memberikannya. Bahkan pihak perusahan mencoba mengadu domba sesama masyarakat setempat dalam bentuk penerima uang senilai Rp 500 juta.

Selama satu jam melakukan orasi Muspika STM Hilir terlihat melakukan mediasi kepihak perusahaan yang dihadiri oleh Camat STM Hilir , Kapolsek Talun Kenas , Danramil, pihak kepolisian dari Polres.Deliserdang dan perwakilan pengunjuk rasa akhirnya membuat kesepakatan, pihak perusahan berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat pemilik saham. Pihak perusahan PT LAB juga berjanji akan menjawab pertanyaan warga dalam waktu satu minggu.

Pantuan M24.CO, ratusan pengunjuk rasa bukan hanya dari kaum laki-laki namun juga kaum perempuan dan anak-anak. Mereka memprotes ketidak pedulian PT LAB terhadap nasib warga, yang bakal menderita akibat tercemarnya air sungai belumai oleh limbah cair yang dibuang pabrik sawit.

Tetapi menurut Timbul Tarigan SE, bila tuntutan warga ini juga tidak di penuhi oleh pihak PT LAB maka pihaknya akan melakukan unjukrasa kembali dan menurunkan masa lebih banyak. Selain itu sebelum tuntunan ini terelalisasi pihak perusahan PT LAB tidak dibenarkan untuk beroprasi beber Timbul Tarigan.

Sedangkan Ricat Leo selaku Dirut PT LAB, berjanji dihadapan ratusanpengunjukrasa dalam waktu 7 hari akan memberikan jawaban terkait tuntutan warga “ persoalan ini saya berikan jawabannya dalam waktu satu minggu dan sebagai gransi ucapan ini saya tidak mengoprasikan perusahan, “jawabnya dan akhirnya warga yang berdemo membubarkan diri dengan teratur.

Loading...