Kebelet Pipis, Buruh Bangunan Tegelincir Hanyut Ditelan Arus Parit

11

MEDAN AREA-M24 | Joni Tarigan (52) mengalami nahas. Saat kebelet pipis, buruh bangunan warga Jln Titi Sewa Benteng Hilir, Kel Tembung, Kec Percut Seituan ini buru-buru menuju pinggiran parit. Namun belum lagi hajat terpenuhi, kaki Tarigan tersandung batu hingga ia pun tergelincir ke dalam parit besar yang arus airnya sedang meluap.
Insiden hanyutnya Joni Tarigan terjadi di Jln Anugerah Mataram samping Kantor Lurah Binjai, Kec Medan Denai, Senin (3/9) sekira pukul 22:00 WIB.

Menurut Syamsul (54), saksi, malam itu korban dibonceng rekannya menunggangi kreta (sepdamotor).
“Katanya mereka baru saja dari Jln Turi ambil panjar uang bangunan. Terus rencananya mau pulang. Di tengah jalan koban (Joni Tarigan, red) kebelet pipis. Karena gak tahan lagi, pas melintas di depan Kantor Lurah Binjai, kawannya yang bawa kreta berhenti,” cerita Syamsul kepada metro24, Selasa (4/9).

Lalu Joni turun dari kreta sambil berlari kecil menuju pinggiran parit di samping kantor lurah. Namun kaki Joni tersandung batu hingga ia tergelincir ke dalam parit. Spontan Syamsul yang berada tak jauh dari lokasi mengabari kepada teman korban.
“Hei… kawan kau itu kecebur dalam parit besar. Cepat temgok,” ucap Syamsul kepada teman korban yang tengah menunggu di atas kreta.

Mendengar itu, teman korban berlari menuju lokasi sembari meminta tolong. “Gimana ini wak, tolonglah… tolonglah temanku itu,” kata teman korban pada Syamsul.

Syamsul pun ikut panik lantaran korban keburu tersert arus yang kebetulan sedang meluap. Apalagi sebelumnya Kota Medan diguyur hujan deras. Keduanya pun berusaha minta tolong kepada warga sekitar. Namun upaya warga menolong korban tak berhasil.
Beberapa jam kemudian, anak korban, Wulan (25) bersama bibinya (adik korban) datang ke lokasi. Di lokasi Wulan maraung-maraung, seakan tak percaya orangtuanya hanyut di telan arus parit. Warga pun coba menenangkan Wulan.

Usai ditengkan warga, Wulan cerita jika malam sebelum kejadian, ia bermimpi. “Aku mimpi jatuh ke parit yang dalam. Aku coba merembet ke batu agar bisa naik ke atas parit. Rupanya mimpiku ini petanda buat bapak. Bapak… bapak… kenapa begitu cepat kau pergi. Kami masih merindukanmu… pak, kembalilah,” ujar Wulan menangis hiteris.
Terpisah, Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang melalui Kanit Reskrim Iptu P Hutagaol mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap korban dibantu Tim SAR dan pecinta alam. Namun hingga Selasa sore jasad korban belum juga ditemukan. (wandi)

Loading...