Kejam ! Harian Rakyat Aceh Tahan Gaji dan Pesangon Karyawannya

399

MEDAN|Menyedihkan nasib jurnalis Rakyat Aceh di mana perusahaan sebuah media menzolimi karyawannya sendiri. Soalnya, setelah mengundurkan diri gaji karyawan dan pesangon sudah satu tahun tidak dibayarkan juga. Demikian penuturan Riza Budiwan, Senin (20/3).

“Gaji saya sejak Oktober 2015 sampai April 2016 belum dibayar juga hingga saat ini. Begitu juga dengan pesangon saya. Padahal saya sudah mengundurkan diri sejak Mei 2016,”ungkap mantan Pemimpin redaksi Harian Rakyat Aceh itu.

Awalnya, kata riza, bos media tersebut berjanji akan membayar gaji dan pesangonnya setelah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada Maret 2017. Namun setelah masa itu ditunggu, perusahaan media tersebut tetap tidak memberikan gaji dan pesangon karyawannya ini.

“Mereka terus mencari-cari alasan agar tidak membayar gaji dan pesangon saya. Awalnya, habis RUPS dibayar kata mereka, lalu mereka meminta laporan pertanggungjawaban saya. Setelah saya beri laporan, Direktur Utama PT. Aceh Intermedia Pers yang menaungi Harian Rakyat bilang tidak bisa lagi membantu karena SMS istri saya terlalu kasar. Padahal istri saya hanya mengatakan janganlah kami dibola-bola pak,” begitu kata Riza menirukan perkataan istrinya.

BACA: Lagi-lagi, Teror Bom ! Hantui Bandara Kualanamu

BACA:Terungkap, Ternyata Korban Pelaku Sodomi di Tapsel Capai 42 Orang Anak

BACA: Pria Pengangguran Ini Gagal Perkosa Mahasiswa USU Malah Bawa Kabur Kutangnya

Padahal kata Riza, dia bekerja di media tersebut sejak tahun 2001 hingga 2016,namun tidak ada niat baik dari perusahaan tersebut untuk menghargai karyawannya telah belasan tahun bekerja.

“Atas kejadian ini, saya telah berkoordinasi dengan pengacara saya Bapak Erwin untuk membawa kasus ini keranah hukum, sehingga bisa diselesaikan dengan baik. Dan karyawan-karyawan lainnya tidak mengalami nasib seperti saya,” ungkapnya seraya mengaku tidak hanya dirinya saja yang dizolimi namun ada juga karyawan lain seperti Fatimah Zuhra dan Zulfan Efendi Saragih yang belum dibayarkan juga pesangonnya.

Loading...