Kejam ! Mayatnya Dimasukkan Dalam Karung Dibuang ke Taput

717
ALEX – TAPUT | Warga Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara digegerkan penemuan karung berisi jasad seorang wanita dari dalam jurang, persis di tepi Jalinsum, Sipitu-pitu, Jumat (27/4/2017).
Informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban yang diketahui bernama Agustina Sitorus yang ditaksir berusia 40-an tahun itu adalah warga Jl. Air Bersih No. 191 Kec Medan Denai, Kodya Medan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemulung, Irwan Hermanto Banjarnahor (28) dan temannya, Bikkas Manalu (29) warga Desa Silando, Kec Muara, Kab Taput. Menurut Irwan, saat itu mereka datang ke Balige untuk mencari barang bekas. Saat berada di sekitar lokasi, mereka melihat tumpukan karton, lalu Irwan meminta Bikkas berhenti untuk mengambil karton tersebut.
Ketika, Irwan melihat tumpukan samah di jurang sedalam sekira 15 meter, yang posisinya persis di tepi Jalansum, Sipitu-pitu. Mereka lalu turun ke bawah untuk mencari barang bekas di tumpukan sampah itu.
Saat itu mereka mencium aroma busuk menyengat dan melihat karung yang kerubuni lalat. Mereka yang curiga lalu melihat karung itu lebih jelas dan mendapati jasad korban sudah membengkak dan nyaris busuk.
Temuan itu lalu dilaporkan ke warga sekitar yang kemudian diteruskan ke, Polsek Siborong-borong. Tak lama, lokasi tersebut langsung dikerumuni oleh warga. Petugas kepolisian langsung mengevakuasi jasad korban dan selanjutnya dibawa ke RS Djasamen Saragih, guna keperluan otopsi.
“Kami mau ke Balige nyari botot, pas lewat dari sini kami lihat karton bekas terus kami ambil. Lalu kami lihat ke bawah rupanya banyak sampah, makanya kami turun mau nyari botot, rupanya yang kami jumpai malah mayat,” ujar Irwan.
Dari kondisi jasad korban, tidak ditemukan luka tusuk namun bagian leher korban tampak memerah, dan bagian perut sebelah kanan tampak membiru. Meski tidak terdapat luka tusuk, namun kuat dugaan jika korban merupakan korban pembunuhan, dan jasadnya dibuang dI lokasi tersebut.
“Dugaan kuat korban adalah korban pembunuhan yang dibunuh di lokasi lain, lalu jasadnya dibuang ke TKP. Bagian leher korban tampak memerah dan perutnya tampak membiru,” ujar Kapolsek Siborong-borong, AKP M. Sihombing, Sabtu (29/4) pagi.
Saat pertama kali ditemukan, tidak ada tanda pengenal pada korban, namun usai menjalani serangkaian penyelidikan melalui sidik jari, petugas kepolisian lalu berhasil mengidentifikasi korban.
“Kita sudah hubungi pihak keluarga dan saat ini keluarga sudah ada di Rumah Sakit. Dari pengakuan keluarga korban, mereka telah membuat laporan orang hilang pada hari Selasa lalu ke Polrestabes Medan. Kemungkinan yang akan menangani kasus ini nanti di Medan,” ujar Kapolsek mengakhiri.
Loading...