Keluarga korban KM Sinar Bangun tabur bunga di Danau Toba

34

TIGARAS -M24 | Pascabangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun ditemukan di Badan Serach and Rescue Nasional (Basarnas), keluarga korban menggelar tabur bunga ke Danau Toba. Mereka berharap jasad kerabatnya ditemukan meski dengan kondisi terburuk.

Salah satu yang melakukan itu adalah Marsudi dibantu abang kandungnya Marsono. Marsudi merupakan orang tua dari Fitri Wulandari (18), warga Desa Kampung Baru, Nagori Bandar Rejo, Kec Bandar Nasilam, Kab Simalungun. Berupa jenis bunga ditabur ke Danau Toba, dan nazar dengan beras kuning.

“Sudah 10 hari kami di sini menunggu. Anak kami kan masih gadis, melepas gagar mayang, gelar wiridan. Nazar berupa beras kuning dan bunga dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Marsudi, Jumat (29/6).

Meski telah memasuki pencarian hari ke-12, keluarga berharap agar bangkai kapal dan para korban yang terjebak di dalam KM Sinar Bangun, semoga bisa dievakuasi. “Apapun bentuk jenazah anak kami, keluarga ikhlas. Supaya bisa kami bawa ke rumah,” ucap Marsudi dengan terisak-isak.

Ditambahkan Marsono, korban berangkat berdua dengan temannya Mhd Riady Shaputra yang hingga kini masih dalam pencarian. Sebelum hilang kontak, korban menyebut berangkat ke Parapat dengan temannya yang merupakan komunitas Vespa.

#Berencana Pakai Robot dari Singapura

Sementara itu Bupati Simalungun JR Saragih yang ditemui di pelabuhan Tigaras mengungkapkan, hingga kini tim Basarnas gabungan berdiskusi dengan Pemkab Simalungun terkait proses evakuasi. Salah satu rencananya adalah untuk mendatangkan robot canggih yang dapat mengangkat kendaraan dan jasad para korban.

Namun, tim gabungan menemui kendala. Karena robot yang dimaksud masih berada di Singapura. Selain itu, akses mendatangkan alat itu juga masih menjadi hambatan.

“Tadi dicoba untuk memfasilitasi, katanya telah dikoordinasikan ada di Singapura. Untuk mendatangkan alat itu, kita juga butuh kapal yang agak besar. Terus terang aja kesulitan (kapal) kita di Danau Toba ini. Paling ada kapal kapal ferry itu,” kata JR Saragih.

Pemkab Simalungun, kata JR Saragih, beserta instansi terkait lainnya telah mempersiapkan dokter, ambulans, peti jenazah dan pemuka agama di RS Rondahaim, Kec Raya, Kab Simalungun.”Bahkan secara agama, kalau dia Kristen sudah ada pendeta begitu juga Islam, kita sudah siapkan,” tandasnya.(adi)

Loading...