Kembali Ricuh, Pedagang Sukaramai Tuding Satpol PP Semprot Air Cabai

8

MEDAN AREA-M24 | Penertiban pedagang Pasar Sukaramai yang dilakukan petugas Satpol PP kembali ricuh. Seorang pedagang bahkan dilarikan ke RS Madani Jln Hakim, Medan, Kamis (6/9).

Pantauan metro24, sekitar pukul 10:00 WIB, petugas Satpol PP mengangkut barang dagangan para pedagang. Sontak para pedagang melakukan perlawanan. Aksi saling dorong terjadi. Petugas pun mengambil tindakan.

Pedagang yang melakukan perlawanan disemprot petugas dengan gas air mata. Akibatnya, seorang pedagang bernama Siti Khadijah (36) warga Jln Denai nyaris buta. Kulit wajah serta tangan pedagang ayam potong ini perih dan sakit.

Hal sama dialami Vera Hasibuan (41) dan Friska (28). Sekujur tubuh mereka perih dan sakit setelah disemprot gas air mata. Namun pedagang ikan lele dan telur puyuh ini tidak mendapatkan perawatan medis.

Setelah dua pedagangan dilarikan ke rumah sakit, lanjut pedagang kelontong, Nita (50), penertiban pun terhenti.

“Kami berharap agar petugas Satpol PP yang melakukan tindakan brutal harus diberi sanksi. Pedagang berjualan di pelataran parkir mau mencari makan bukan mencari kaya. Kami ini bukan maling,” kesal ketiga pedagang yang disemprot petugas.

Pedagang menduga petugas Satpol PP menyemprotkan air cabe. “Kalau semprotan gas air mata, sudah pasti tidak perih dan sakit di kulit. Ini gasnya cairan air dan bau cabe,” kata ketiga pedagang.

Ketua Pedagang Pasar Sukaramai, Kamaluddin Tanjung meminta agar Dirut PD Pasar menyikapi permasalahan ini dan mengambil sikap yang adil. Sebab, sampai detik ini kebijakan PD Pasar tidak ada, apalagi peduli dengan pedagang yang resmi.

“Setiap bulan pedagang Pasar Sukaramai yang berjualan di pelataran parkir membayar retribusi. Pelataran parkir itu kan halaman para pedagang berjualan, kenapa harus digusur. Mereka ini kan bukan maling dan bukan pedagang liar,” ujar Kamaluddin.

Kamaluddin juga mempertanyakan Pajak Akik yang tidak digusur. Padahal jelas menempati akses jalan umum. Apalagi masalah penertiban ini tidak ada urusan Satpol PP.

“Penertiban pedagang Pasar Sukaramai internal PD Pasar. Pedagang bukan tidak mau masuk berjualan ke besment, tapi tidak laku, karena pedagang Pajak Akik tidak ditertibkan PD Pasar. Jadi permasalahan ini akan dibahas PD Pasar pada Jumat (7/9),” pungkasnya. (wandi)

Loading...