Kepala Bolong Ditembus 3 Pelor Tapi Nggak Mati

44

KUALA-M24 | Tiga luka bolong terlihat jelas di sekitar undur-undur (bagian tengah) kepala Jaka Ginting (21), warga Dusun IV, Desa Balai Kasih, Kec Kuala, Kab Langkat. Luka itu akibat terjangan pelor senapan rakitan yang diletuskan Mbergeh Sembiring (42), warga Desa Parit Bindu, kecamatan sama.

Penganiayaan brutal ini diduga berlatar selisih paham. Menurut warga setempat, ulah Mbergeh memang kerap bikin resah. “Dia (Mbergeh, red) itu emang sering bikin resah. Apalagi sejak punya senapan angin yang sudah dimodifikasi, dia tak segan-segan melukai warga,” bilang Caren, rekan korban yang juga warga setempat.

Jumat (27/7) sekira pukul 15:30 WIB, giliran Jaka yang dihajar. Menurut Caren, ketika itu Jaka melintasi areal perkebunan sawit milik PT Ukindo Blankahan Estate di Dusun Traktoran, Desa Suka Damai, Kec Kuala. Jaka melintas menunggangi Honda Supra Fit.
Tiba-tiba Jaka dipepet oleh Mbergeh, yang juga mengendarai kreta. Dengan suara lantang, Mbergeh menyergah. “Ngapain kau lewat sini?” ungkap Caren, menirukan ucapan Mbergeh.
Korban menjawab enteng dengan mengatakan dirinya hanya keliling-keliling kebun, tanpa niat apapun. Rupanya, jawaban itu membuat Mbergeh palak. Dia langsung turun dari kretanya. Dan, gedebak-gedebuk! Mbergeh menghajar Jaka habis-habisan.

Tak puas dengan tangan kosong, Mbergeh lalu mengambil senapan yang sudah dimodifikasi menyerupai pistol. Bak koboi, dari dekat dia menodongkan senjata api itu persis ke kepala Jaka. Dorr…dorr…dorr! Tiga pelor pun diletuskannya.
Tak alang-kepalang, darah segar pun mengucur dari kepala Jaka. Begitupun, Mbergeh tak juga menaruh iba. Ia mengusir Jaka, sembari mengancam, “Pergi kau dari sini. Kalau nggak, kutembak lagi kau!”

Cukupkah? Ternyata tidak. Sebelum beranjak, Mbergeh sempat-sempatnya menggetokkan gagang senapan ke kepala lawannya yang sudah terkulai.
Meski sama sekali tak kuasa memberi perlawanan, di lain pihak ternyata Jaka seperti punya nyawa ganda. Dia masih bisa bernafas dalam keadaan kepala bolong-bolong dan mengucurkan darah.

Caren yang mendengar Jaka dihajar habis-habisan oleh Mbergeh, tak lama berselang datang ke lokasi. Langkahnya disusul Irfan. Selanjutnya, kedua pemuda itu melarikan Jaka ke puskesmas. Setelah diberi pertolongan pertama, Jaka dirujuk ke RSU Delia. Hingga Sabtu (28/7), Jaka masih terbaring di ruang perawatan.
Kasus penganiayaan ini pun dilaporkan ke Polsek Kuala. Berbekal laporan tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Kuala diback-up Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Langkat meringkus pelaku.

Kapolres Langkat, AKBP Dedy Indriyanto, ketika dikonfirmasi M24 melalui Kasubag Humas AKP Arnold Hasibuan, mengakui pihaknya sudah menangkap Mbergeh Sembiring. “Ya, kita sudah mengamankan tersangka penganiaya. Pelaku menembak korban pakai senapan angin yang sudah dimodifikasi, dibuat jadi berukuran pendek dengan peluru timah,” papar Arnold.

Penangkapan tersangka, terang Arnold, dilakukan Kanit Reskrim Polsek Kuala, Ipda Andri GT Siregar, S.H., didampingi Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu Iskandar Ginting, S.H., beserta sejumlah anggota. “Kini tersangka dalam proses hukum Polsek Kuala,” tandas Arnold. (rudi)

Loading...