Kompol Fahrizal tembak mati adik ipar

68

Dedi-Medan | Warga Jln Tirtosari Gg Keluarga, Kel Bantan, Kec Medan Tembung geger. Suara letusan senjata api menggema pada Rabu (4/4/2018) malam.

Belakangan diketahui berasal dari rumah Jumingan (33), setelah korban tewas bersimbah darah dengan dua luka tembakan di kepala dan perut. Adalah, Kompol Fahrizal, pelakunya dan langsung menyerahkan diri. Belum diketahui secara pasti penyebab mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu menembak mati adik iparnya.

Namun diketahui dari warga, Fahrizal yang saat ini menjabat sebagai Wakapolres Bima di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) usai menyelesaikan pendidikan Sespim Polri.

Kedatangan jebolan Akpol 2003 itu pun turut disambut korban bersama istrinya Henny Wulandari (saksi/adik kandung pelaku) yang turut bermukim di rumah itu.

Namun, pelaku, ibunya dan korban terlibat pembicaraan di ruang tamu. Pelaku bahkan sempat memijit tubuh wanita yang telah melahirkannya itu.

Selang beberapa saat, istri korban pun beranjak ke dapur untuk membuat minum pelaku.

Belum diketahui pasti penyebabnya, saat itulah pelaku tiba-tiba mencabut senjata apinya dan menodongkannya ke ibu kandungnya sendiri yang baru saja sembuh setelah beberapa lama didera penyakit.

Melihat gelagat itu, korban pun sempat melarang pelaku. “Jangan bang,” ucap korban. Sialnya, seolah tak terima dengan larangan itu, pelaku justru balik mengerahkan senjata apinya kepada korban.

Sesaat kemudian, letusan terdengar hingga membuat korban roboh bersimbah darah setelah kepala dan bagian perutnya tertembus timah panas. Korban tewas seketika dan telah dibawa ke RS Bhayangkara, Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, enggan berkomentar kepada wartawan terkait kasus tersebut. “Konfirmasi ke Polda Sumut saja ya. Karena mereka yang tangani kasusnya,” ujarnya. (berbagai sumber)

 

Loading...