Konflik Keluarga, Kolmong Tenggak Racun Gulma

Botol racun yang diminum korban & Jasad korban disemayamkan

Haus setelah bekerja di ladang, Marianta beru Barus alias Kolmong menegak air dari botol yang dipegangnya. Sial, yang diminum adalah racun pembasmi gulma. Ibu empat anak ini pun tewas di rumah sakit.

DELISERDANG-M24 | Setiap orang tentunya berharap memiliki keluarga yang harmonis. Ketika itu tak terwujud, akan menjadi pikiran orangtua. Seperti halnya Marianta beru Barus alias Kolmong. Siapa nyana, konflik keluarga membuat nyawanya melayang.

Informasi dihimpun, Jumat (5/10), peristiwa ini berawal pernikahan Kolmong dengan N Ginting (68) yang berstatus duda ditinggal mati istri. Dari istri pertamanya, Ginting memiliki enam anak. Empat orang laki-laki dan dua perempuan.

Loading...

Dari perkawinan kedua ini, Kolmong melahirkan empat orang anak. Satu laki-laki dan tiga perempuan. Belakangan ini, Ginting diketahui sering sakit-sakitan. Seolah kehilangan nahkoda, rumahtangga yang dibangun pun digoncang konflik keluarga. Hanya saja, tak diketahui pasti bentuk pertentangan yang terjadi.

Pun begitu, sebagai istri kedua, Kolmong merasakan efek dari konflik keluarga tersebut. Puncaknya, Kamis (4/10), Kolmong yang seharian bekerja di ladang di Desa Durian IV Mbelang, Kec STM Hulu, merasakan dahaga. Ia pun menuju gubuk kecil di tengah ladang.

Di situ terdapat meja yang di atasnya terletak dua botol. Satu botol air mineral berisi air minum dan satu lagi, hanya berjarak tiga jengkal terdapat botol racun pembasmi tanaman pengganggu atau gulma.

Agaknya, saat mengaso itu, konflik keluarga yang tengah terjadi di rumahtangganya melintas di benak Kolmong. Dalam ketermenungannya, Kolmong mengambil salahs atu botol dan langsung menenggak isinya.

Ternyata yang diambil bukan botol berisi air minum melainkan berisi racun gulma. Hal itu baru disadari setelah merasakan reaksi di tubuhnya. Begitu melihat botol di tangannya, semua sudah terlambat. Kolmong terjatuh dan menggelepur meregang nyawa.

Peristiwa itu baru diketahui setelah putrinya, Sri Ulina beru Ginting (14) tiba di ladang sekitar pukul 14:30 WIB. Siswi Kelas III sekolah menengah pertama (SMP) ini melihat ibunya sudah terkapar. Mulut sang ibu juga memuntahkan cairan warna biru.

Sri pun berteriak minta tolong. Oleh petani dan warga lainnya, korban dilarikan ke Puskesmas Tiga Juhar, Kec STM Hulu. Namun, karena kondisinya yang kian lemah, pihak Puskesmas merujuk korban ke Rumah Sakit Elisabeth Medan.

Beberapa jam mendapat pertolongan, nyawa korban tetap tak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhirnya. Kemudian jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Oleh keluarga, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tak jauh dari kediamannya.

Petugas Polsek Tiga Juhar yang mendapat informasi langsung ke lokasi korban ditemukan. Dari situ, petugas mengamankan barang bukti berupa botol racun gulma. Sejumlah saksi diantaranya anak korban, Sri Ulina dan Yanti beru Tarigan dimintai keterangannya.

“Korban diduga minum cairan herbisida. Pihak keluarga menyatakan tidak keberatan yang dituangkan dalam surat pernyataan. Keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah,” ucap Kapolsek Tiga Juhar, AKP Ilham kepada metro24. (yanfebri/jasa)

Loading...