Kredit Macet, Mandiri Tunas Finance Dibakar Nasabah

SUNGGAL-M24 | Deru serine mobil pemadam kebakaran memecah jalanan Kota Medan, Jumat (20/7) siang. Sementara para pengendara dan warga berbondong-bondong mendatangi kantor perusahaan leasing, Mandiri Tunas Finance (MTF) yang dibakar nasabahnya sendiri.

Informasi dihimpun metro 24, kebakaran bermula saat Yos Agus Lumbanbatu datang ke Kantor MTF di Jln Ringroad, Pasar II, Kel Tanjungsari, Kec Medan Selayang, sekitar pukul 14:00 WIB. Warga Jln Masjid Taufik ini bermaksud meminta mobil Gran Max pick up yang ditarik oleh pihak leasing.

“Dia datang ke kantor meminta mobilnya yang sudah ditarik untuk dikembalikan. Ditarik sekitar bulan enam (Juni) karena pelaku menunggak pembayaran kreditnya. Masih dicek berapa bulan menunggak,” ucap Legal MTF, Roni Masada Damanik kepada awak media di lokasi kejadian.

Loading...

Menurut Roni, setelah menarik mobil dari pelaku, pihaknya memberi kesempatan untuk menyelesaikan tunggakannya hingga dua minggu. Namun pelaku tak kunjung memenuhi kewajibannya. Akhirnya pihak leasing melelang mobil tersebut.

Mengetahui mobil yang dikreditnya sudah dilelang, pelaku tak terima. Keributan pun terjadi setelah pelaku terlibat adu mulut dengan karyawan leasing di lantai satu. Kemudian pelaku terlihat keluar dari gedung MTF.

Ternyata pelaku membeli bahan bakar minyak (BBM) dari pedagang eceran di sekitar lokasi. Sedetik berselang, pelaku kembali ke kantor MTF sembari membawa dua botol berisi BBM. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menguyur dirinya dengan BBM yang dibawa. Sebahagian disiram ke areal lantai satu gedung. Kemudian pelaku menyulut api dengan mancis.

Sontak api menyambar pelaku dan lantai satu gedung. Akibat material mudah terbakar di tempat kejadian perkara (TKP), api pun dengan cepat membesar hingga melalap gedung. Tak pelak, peristiwa itu menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di Jln Ringroad, Kec Medan Sunggal tersebut.

Saat api mulai membesar, pelaku terlihat berlari keluar dengan kondisi miris. Pakaian yang dikenakan koyak-koyak. Tampak luka bakar di sekujur tubuhnya. Dengan api masih membakar bagian kaki, pelaku berlari ke tengah jalan. Sembari meminta pertolongan, pelaku mencoba menghentikan satu mobil yang melintas.

“Habis dibakarnya minyak itu, dia (pelaku) langsung keluar minta tolong untuk dibawa ke rumah sakit karena dia juga luka-luka. Pertama dikira orang gilak, tapi ditolong warga juga,” ucap Jaka Silaban, warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Petugas pemadam kebaran milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang menerima informasi tiba tak lama berselang. Api berhasil dipadamkan setelah delapan unit mobil damkar turun ke lokasi. Ternyata, selain pelaku, empat karyawan MTF turut menjadi korban.

Mereka adalah Antogani Simanjuntak (35), warga Jln Dusun 1, Desa Pematang Lalang, Kab Deliserdang, Charlin Siagian (33), warga Jln AH Nasution Gg Permai, Kec Medan Johor, Dian Pardede (32), warga Jln Dusun 1, Desa Pematanglalang, Kab Deliserdang dan Ajri Kalisman, warga Jln Rawa 2 Gg Melayu.

Keempatnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tere Margareth untuk mendapat pertolongan medis. Informasi dari pihak rumah sakit, tiga korban harus menjalani perawatan intensif karena menderita luka bakar 40 hingga 60 persen. Sementara satu korban langsung dioperasi karena mengalami luka bakar hingga 70 persen.

Sempat terjadi ketegangan saat petugas kepolisian hendak melakukan olah TKP dan penyidikan di areal gedung yang terbakar. Sejumlah karyawan MTF menghalangi petugas kepolisian. Setelah diberi penjelasan, petugas pun melanjutkan pekerjaannya.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi yang dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas peristiwa terbakarnya Kantor MTF tersebut. “Pelaku membakar dirinya dan gedung karena tidak terima mobilnya ditarik pihak Mandiri Tunas Finance. Saat ini masih dalam penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ucap Yasir Ahmadi. (tiopan/ali)

Loading...