Lagi, Harimau Sumatera berkeliaran di lahan perkebunan Madina

60

Heri-Natal | Warga di Desa Patiluban Hilir, Kec Natal, Kab Mandailing Natal (Madina), dihebohkan dengan penemuan jejak kaki Harimau Sumatera di badan jalan menuju lahan perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan lokal. Diduga sang harimau turun gunung karena kelaparan.

Temuan jejak kaki Sang Raja Hutan, spontan membuat warga dicekam ketakutan. Sebab, jejak tersebut terlihat masih baru, artinya, raja rimba itu baru saja melintas dari kawasan tersebut.

Kanit Intel Polsek Natal, Bripka Mahmudin, membenarkan adanya jejak Harimau Sumatera tersebut. “Jejaknya ditemukan di badan jalan menuju lahan perkebunan milik perusahan setempat,” ungkap Mahmudin kepada wartawan, Jumat (6/4).

Lebih lanjut Mahmudin mengatakan, jejak yang diduga kuat milik Harimau Sumatera itu diketahui setelah salah seorang komandan pos (Danpos) perusahaan perkebunan bernama Mus Muliadi menghubungi pihak Kepolisian.

Begitu mendapat laporan, pihak Kepolisian langsung menuju lokasi penemuan jejak untuk memastikannya. “Danpos itu melaporkan, dua anggota penjaga keamanan bernama Dasril dan Basri saat patroli rutin di kebun kelapa sawit , persisnya di Divisi II, menemukan jejak kaki harimau,” terangnya.

Menurut Mahmudin, untuk mengantipasi kemungkinan terburuk, maka sejumlah personel Polsek Natal dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Sekira pukul 12:15 WIB, kita kembali dihubungi salah seorang warga yang mengaku menemukan jejak harimau. Binatang buas itu turun gunung dan berkeliran di lahan perkebunan. “Dua kali dapat telepon dari warga dan kami langsung memastikannya,” ujarnya.

Kapolsek Natal mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang bekerja di perusahaan tersebut agar meningkatkan kewaspadaannya. Menurutnya, pihaknya belum dapat memastikan apakah harimau tersebut masih berada di kawasan itu atau tidak. Kemungkinan sang harimau turun gunung karena kelaparan.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya sekitar sebulan lalu, warga Desa Hatupangan, Kec Batang Natal, Madina juga pernah dicekam ketakutan akibat hadirnya Harimau Sumatera yang berkeliaran di pemukiman mereka. Bahkan sang harimau sempat memangsa seorang petani setempat. Akibatnya, kaki korban kroak (robek) dan harun mendapat belasan jahitan.

Sejak itu warga pun memburu binatang yang diliindungi negara itu. Pada Minggu 4 Maret 2018, harimau yang berkelaiaran itu akhirnya mati ditombak warga di Desa Bangkelang, Kec Batang Natal. Ironisnya, sejumlah bagian tubuhnya seperti kulit kepala, kulit perut, ekor, taring, dan kuku itu diambil warga.

Diketahui jika harimau berjenis kelamin jantan, diperkirkaan berusia 3 tahun dengan panjang 248 sentimeter mati mengenaskan dengan kondisi usus terburai dan kulit kepala dicukur.

Kemudian bangkai harimau yang tak lagi utuh diserahkan kepada petugas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Mandailing Natal untuk autopsi dan Polres Madina untuk pemusnahan barang bukti bangkai harimau sebagaimana prosedur dari BKSDA.

Loading...