Lagi-lagi OKP bentrok rebutan lahan eks PTPN II, 3 luka 5 kreta rusak

48

Irwan-Percut | Dua kelompok organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) bentrok di lahan eks PTPN II blok F BPRPI, Sampali, Kec Percut Sei Tuan.

Bentrokan ini membuat tiga orang terluka, lima kreta rusak dan tiga orang diamankan pihak Polsek Percut Sei Tuan.

Bentrokan yang terjadi, Minggu (11/3) bermula ketika masyarakat Desa Pondok Rowo dibantu oleh kelompok OKP berjumlah sekitar 40 orang, mendatangi pondok Slamet di lahan BPRPI blok F. Saat itu pondok ada 15 orang anggota OKP pimpinan Ateng.

Tiba-tiba Ateng dan anggotanya diserang menggunakan anak panah oleh anggota OKP tersebut. Akibatnya, Memet (39) warga Pasar 3 Simpang Jagung, Desa Sampali mengalami luka ringan di ujung bawah lengan tangan kiri karena terkena anak panah. Firdaus (39), warga Seantis, mengalami luka di tengkuk leher. Keduanya dibawa ke RS Joko Seantis.

Akibat bentrokan itu, 5 kreta milik Ateng Cs masing-masing Yamaha Vixion BK 3266 ABW, Yamaha RX King BK 2468 QA, Yamaha Vega BK 4541 IP, Yamaha Vega BK 6205 ABF dan Satria FU BK 2624 CP, mengalami kerusakan.

Merasa tidak terima, Ateng menghadang 4 orang anggota OKP yang melakukan penyerangan. Ketika itu mereka keluar dari Jln Jati Rejo, Desa Sampali.

Selanjutnya melakukan penganiayaan dan merampas kreta sehingga Armansyah (40) warga Jln H. M Sariman, Dusun Kamboja, Desa Laut Dendang, Kec Percut Sei Tuan, mengalami luka.

Setelah kejadian Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Hartono beserta personel turun ke lokasi. Tiga orang diamankan. Mereka adalah Sarman (32) warga Jln Meranti, Sampali, yang kedapatan membawa pisau dan anak panah.

Suherdi (48) warga Pasar 7 Sampali kedapatan membawa badik dan M Yusuf (48) warga Jln Meranti, Desa Sampali, kedapatan membawa anak panah.

Kompol Hartono melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Purba, Senin (12/3) mengatakan ketiga pelaku masih diamankan. Saat ini pihaknya sedang menunggu korban melapor.

Loading...