Lagi Nunggu Bus Malah Dituduh Mencuri & Dikejar-kejar Pake Parang

10

SIDIMPUAN-M24 | Puluhan warga di Pasar Poken Jonjong, mengepung rumah Yahya Siregar di Jln HT Rizal Nurdin, Kec Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Pasalnya, warga tidak terima dengan sikap Yahya yang mengejar Kocu, warga yang sama dengan sebilah parang. Yahya menuduh Kocu hendak mencuri di rumahnya, Sabtu (28/7) sekira pukul 23:00 WIB. Sementara tuduhan pencurian itu tanpa bukti.

Informasi diperoleh dari warga, kejadian berawal ketika Kocu bersama keluarganya sedang menunggu bus di depan rumah Yahya. Malam itu Kocu menunggu bus tujuan Pulau Jawa.
Ternyata Yahya yang melihat beberapa orang berdiri di depan rumahnya malah curiga. Yahya curiga jika Kocu berniat jahat, hingga dia langsung menghampiri. Keributan pun terjadi lantaran Yahya menuduh Kocu ingin melakukan pencurian di rumahnya. Jelas Kocu tak terima.

Adu mulut di antara keduanya kian memanas. Yahya masuk ke dalam rumah mengambil sebilah parang. Lalu Yahya mengejar Kocu sembari mengacungkan parang di tangan.
Sadar nyawa terancam, Kocu pun teriak meminta pertolongan warga sekitar. Spontan, aksi Yahya yang dianggap brutal itu menyulut amarah warga. Mereka justru mengejar Yahya yang kemudian memilih balik ke rumah. Kadung emosi, warga mengepung rumah Yahya.
“Ada salah paham antara Yahya dan Kocu, makanya terjadi peristiwa keributan itu,” ujar Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya, yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Hilman mengatakan, pihaknya segera mengamankan lokasi (rumah Yahya), karena warga semakin ramai berkumpul sembari meneriaki Yahya. Sejumlah perwira polisi bersama camat setempat juga turun ke lokasi untuk melakukan mediasi.
“Ada rencana kedua pihak yang berseteru dipertemukan untuk didamaikan, sehingga, sehingga ke depannya tidak ada dendam,” tukas Hilman.
Kapolres berharap kepada seluruh masyarakat agar menahan diri, sehingga tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri. (zia)

Loading...