Lihat Ini Pak Wali, Pajak Pulo Brayan Kayak ‘Kubangan’ Kerbau

138


MEDAN|Air kubangan banjir berlumpur serta sampah adalah pemandangan yang terlihat setiap harinya oleh para pengunjung pasar tradisional Papala, Pulo Brayan Kota Medan. Bukan itu saja PKL (pedagang kaki lima) yang tak tertata lapaknya membuat suasana menjadi semakin semrawut, Jumat (27/1/2017).

Dari informasi yang didapat, telah berpuluh tahun lamanya pasar tradisional Palapa adalah merupakan tempat warga Kota Medan menggantungkan perekonomian hidupnya. Bahkan sempat beberapa tahun yang lalu berkembang kabar ada investor yang bakal mengucurkan dana segarnya untuk mengelola pasar Palapa Pulo Brayan Kota.

Kini di setiap sudut pasar Palapa teronggok sampah, padahal kutipan uang kebersihan setiap harinya pula diambil dari para pedagang oleh petugas PD Pasar. Selain sampah drainase merupakan permasalahan yang krusial di pasar Palapa. Bukan rahasia umum lagi kalau hujan datang pasar Palapa pasti kebanjiran.

Setiap harinya seluruh akses jalan serta lorong di pasar Palapa Pulo Brayan keadaannya becek, berkubang dan menguluarkan bau yang tak sedap. Yang terparah ialah Jalan Mayor yang menjadi langganan banjir akibat tersumbatnya drainase oleh sampah pedagang.

Ketika dikonfirmasi M24.CO, kepala pasar Palapa Pulo Brayan Kota, Sinaga mengatakan dirinya merasa kelimpungan dengan permasalahan banjir di pasar Palapa. Sinaga pun sangat menyesalkan pihak Pemko Medan yang tak peduli dengan fasilitas umum yang ada di pasar Palapa seperti jalan dan drainase sehingga pasar Palapa terkesan tak terawat sama sekali.

“Coba Abang liat foto ini! Kami barusan aja membersihkan sumbatan sampah di depan Jalan KLY Sudarso dan Jalan Mayor,” ucap Sinaga sembari menunjukkan foto-foto hasil jepretannya kepada wartawan di kantornya.(totok)

Loading...