Mahasiswa Disuap Lalu Ditangkap, Ini Permainan Disperindag Tanjungbalai

139
AMBON-TANJUNGBALAI |Sudah menjadi rahasia umum. Pejabat menyuap aktivis mahasiswa, lalu melaporkannya ke penyidik untuk selanjutnya ditangkap. Seperti inilah nasib aktivis di Kota Tanjungbalai. 
Penyidik kepolisian setempat mengaku, kalau ada laporan sehingga Team Operasi Tangkap Tangan Sapu Bersih Pungutan Liar (OTT Saber Pungli) Kota Kerang mengamankan M Iqbal, seorang mahasiswa dengan barang bukti uang sebesar Rp3juta.
Tak ayal mengetahui kawannya ditangkap, aktivis mahasiswa lainnya pun menggeruduk Polres Tanjungbalai.
Dalam pernyataanya, Forum Solidaritas Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Kota Tanjungbalai mengaku, adanya indikasi tindak pidana ditubuh Disperindag yang diduga kuat dilakukan PPTK Dewi Yanti SH yang menelan biaya Rp 865.883.000 dari dana alokasi umum (DAU), juga dibuktikan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Thn 2016 dengan nomor : 2.15-01-17-09-5-2 dari belanja langsung terkait Anggaran Penyelenggaraan Promosi Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
Namun, ironisnya hal ini dimamfaatkan oleh PTTK Disprindag dan Saudara Ihsan selaku oknum yang diduga kuat sebagai pelaku utama memberikan suap kepada mahasiswa yang mengatas namakan DPP-PORTAL, yang sebelumnya baru saja menyempaikan pendapat dimuka umum. hingga tertangkap Team OTT Saber Pungli Kota Tanjungbalai.
Terkait hal tersebut, Forum Solidaritas Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Kota Tanjungbalai meminta Polres Tanjungbalai untuk mengusut tuntas skema penyuapan aktivis yang diduga dilakukan saudari Dewi Yanti SH, selaku orang yang paling bertanggung jawab dalam upaya pengkaburan permasalahan.
Mendesak Polres Tanjungbalai untuk serius memproses laporan dugaan indikasi Tindak Pidana Korupsi dan Mark Up, sesuai yang telah disampaikan lembaga DPP Portal Kota Tanjungbalai dengan indentitas surat bernomor : 004/B/LP/SEK/DPP-PORTAL/IV/2017.
Meminta Kapolres Tanjungbalai selaku pemangku Kebijakan tertinggi dalam pengambil keputusan agar tidak mempeti ES kan dugaan tindak Pidana Korupsi dan Mark Up yang dilakukan Dewi Yanti SH sebagai PPTK Disprindag.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Yayang Rizki Pratama SIK yang menemui para pengunjukrasa mengaku, pihaknya telah menerima perwakilan dari aktivis mahasiswa, dan meminta agar memberikan surat kuasa / jaminan agar tidak dilakukan penahanan.
Mendengar hal yang diucapkan Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, para pengunjukrasa akhirnya tidak lagi berunjukrasa melainkan menunggu didepan Mako Polres untuk melihat teman mereka dilepaskan.
Loading...