Maling mati ditangan warga

Ardi-Medan | Sempat dirawat di RS Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan, nyawa pemuda ini tak tertolong. Ia mengalami luka serius di sekujur tubuh akibat dihakimi massa. Pria berinisial RA (34) warga Kec Medan Perjuangan ini tertangkap tangan mencuri kreta (sepedamotor) Honda Vario BK 5457 HQ milik Asyari Hidayat (23), seorang mahasiswa.

Amuk massa terhadap pelaku kejahatan kembali memakan korban. Kali ini korban ‘hakim jalanan’ itu seorang maling kreta di Jln Sidomulyo Gg Budi, Kel Pulo Brayan Darat II, Kec Medan Timur. Aksi pencurian terjadi tak lama setelah korban, Asyari Hidayat, memarkirkan kretanya di depan rumah.

“Pelaku ini hendak mencuri motor milik korbannya, Asyari Hidayat. Saat kejadian, motor diparkirkan korban di depan rumahnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Made Yoga, Selasa (19/9/2017).

Loading...

Dengan menggunakan kunci letter T, pelaku RA mencongkel kunci kontak kreta korban. Namun nahas, aksi pelaku dipergoki warga sekitar. Spontan, pelaku diteriaki hingga mengundang perhatian warga lainnya.

Pelaku pun panik dan berusaha kabur. Namun upaya kabur pelaku berhasil terhadang warga. Tanpa dikomando, massa yang tersulut emosi menghakimi RA. Tak hanya dengan pukulan dan tendangan, pelaku juga harus merasakan betapa sakitnya digebuki pakai kayu dan batu. Akibatnya, RA mengalami luka serius di bagian kepala. Darah segar pun mengucur.

Petugas Reskrim Polsekta Medan Timur yang mendapat informasi turun ke lokasi guna mengamankan pelaku. Selanjutnya, pelaku RA berikut barang bukti diboyong ke RS Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.

Namun, sekitar lima jam dirawat di ruangan ICU RS Bhayangkara, RA akhirnya menghembuskan nafas terakhir. “Pelaku RA meninggal dunia Senin malam. Jenazah masih berada di RS Bhayangkara Medan. Dan Selasa sore keluarga sudah datang ke RS Bhayangkara,” kata Iptu Made Yoga.

Mantan Kanit Polsek Helvetia itu menambahkan, pihaknya juga sudah mengarahkan korban agar buat laporan. “Untuk korban, sudah kita ambil keterangannya,” imbuh Made Yoga.

Sementara kepada petugas, Asyari mengaku, tak mengetahui ihwal pencurian kreta miliknya. “Saya sedang di dalam rumah semalam itu, pak. Nggak lama, saya dengar warga teriak-teriak maling. Nggak taunya, saya lihat kreta saya sudag gak ada. Langsung saya datangi lokasi warga mukuli pelaku. Pas di situ, saya lihat kreta saya rupanya yang dicuri maling itu,” pungkas Asyari.

BACA JUGA >>>>>>Julheri Sinaga : Polisi Lamban

Nyaris Dibakar Hidup-hidup

Sebelum diselamatkan oleh petugas Reskrim Polsekta Medan Timur dari amuk massa yang kian tak terkendali, kondisi pelaku yang tertangkan mencuri kreta milik Asyari Hidayat, sudah dalam kondisi kritis. Begitupun, pelaku masih terus jadi bulan-bulanan massa. Bahkan pria berperawakan kurus itu nyaris dibakar hidup-hidup.

“Kejadiannya semalam sore itu. Rame kali pun warga di sini, gak tanggunglah ramainya. Udah hampir mau dibakar pelakunya hidup-hidup sama massa. Untung cepat datang polisi, gak lama dibawa si pelaku naik mobil patroli,” kata Sofyan (31), seorang pedagang kedai sampah saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (19/9/2017) sore.

Senada dikatakan M Rifkan (35), walaupun pelaku sempat minta ampun, namun massa tak menggubrisnya. Seorang warga bahkan sempat menyiramnya dengan bensin. “Bah… Udah mati maling kreta yang semalam itu, ya? Semalam masih hidup pas.

 

Loading...