Massa AMMP Sumut tolak pemimpin korup

25

MEDAN-M24 | Puluhan demonstran berbendera Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMMP-Sumut) berunjukrasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jln Imam Bonjol Medan, Rabu siang (23/5/2018).

Dalam aksinya, massa mempertanyakan kelanjutan persoalan hukum 38 anggota DPRDSU periode 2009-2014 yang telah ditetapkan KPK sebagai Tersangka (Tsk) bahkan telah dicekal sejak 19 April-19 Oktober 2018.

“Bagaimana nasib 38 anggota DPRDSU periode 2009-2014 yang telah jadi TSK KPK? Kami menolak pemimpin korup karena membuat rakyat miskin dan mengakibatkan pembangunan daerah Sumut tertinggal,” cetus Ivan S, salah satu demonstran.

Dia menyontohkan, daerah kelahirannya di Tobasa yang belum tersentuh pembangunan. Rakyat miskin dan berbagai wilayah tidak kunjung maju. Bahkan banyak warga Tobasa belum merasakan arus listrik. “Padahal Tobasa penghasil listrik paling besar di Sumut. Kemana semua uangnya? Cepat penjarakan semua pejabat dan anggota DPRD yang korupsi di Sumut,” cetusnya dengan nada tinggi.

Selang 30 menit berorasi, anggota DPRDSU H Burhanuddin Siregar SE, menemui pengunjukrasa. Menurut Burhanuddin, apa yang melanda Sumut jadi keprihatinan yang berkepanjangan. “Masalah ini kita prihatin. Saya juga sedih dengan kondisi daerah saya di Tabagsel. Mungkin pembangunannya lebih parah dari Tobasa,” ucap Burhanuddin.

Menyinggung status 38 anggota DPRDSU peRiode 2009-2914 yang merupakan TSK KPK, Burhanuddin tidak bisa berkomentar banyak. “Saya rasa kelanjutan masalah hukum mereka bisa ditanya langsung ke KPK. Kita di sini cuma bisa melihat, mengawasi dan mengawal. KPK pasti sedang bekerja,” ujar Burhanuddin. Puas mendapat tanggapan, demonstran membubarkan diri teratur.

Sementara itu, KPK kembali memeriksa puluhan anggota DPRDSU periode 2014-2019 di kantor Kejatisu Jln AH Nasution Medan. Selain memeriksa anggota DPRDSU aktif tersebut, KPK juga bakal memeriksa saksi-saksi dari ASN/PNS dan pegawai honor yang bertugas di lingkungan DPRDSU. Selain Burhanuddin, KPK juga kembali memeriksa politisi PKS, Syamsul Qodri.

“Besok Kamis 24 Mei 2018 pukul 09:00 WIB saya diperiksa di Kejatisu. Saya merasa gak ada melakukan hal-hal aneh, ya saya santai aja,” ujarnya.

Sebelumnya, M24 mengkonfirmasi Plt Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak. Dia merinci, kasus yang berjalan sampai saat ini tidak terlepas dari dugaan penerimaan hadiah atau janji Gubsu Gatot Pujo Nugroho kepada anggota DPRDSU periode 2009-2014. Sebagian besar yang terlibat masih menjalani hukuman dan 38 lagi mendapat status tersangka.

Sedangkan indikasi suap/grativikasi terhadap anggota DPRDSU 2009-2014 dan anggota DPRDSU periode 2014-2019 diantaranya terkait: persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran (TA) 2012; persetujuan perubahan APBD Sumut TA 2013; pengesahan APBD Sumut TA 2014; pengesahan APBD Sumut TA 2015; persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut TA 2014 dan penolakan penggunaan hak Interpelasi DPRDSU pada tahun 2015.

Dicekal KPK

Diberitakan sebelumnya, setelah 29 Januari-3 Februari 2018, KPK memeriksa 46 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 di Makobrimob Polda Sumut, kemudian diikuti penetapan Tersangka (Tsk) sebanyak 38 orang pada 29 Maret 2018, KPK telah pula mencekal keluar negeri ke-38 Tsk itu sejak 19 April 2018. Pencekalan 38 anggota DPRD Sumut 2009 – 2014 ini dilakukan selama 6 bulan atau sampai 19 Oktober 2018.

Berikut nama-nama yang dicekal KPK: Rijal Sirait (aktif DPD RI), Rinawati Sianturi (aktif DPRD Sumut), Rooslynda Marpaung (aktif DPR RI), Fadly Nurzal Tanjung (aktif DPR RI), Abu Bokar Tambak (mantan DPRD Sumut), Enda Mora Lubis (mantan DPRD Sumut), M Yusuf Siregar (mantan DPRD Sumut), Muhammad Faisal (aktif DPRD Sumut), Abu Hasan Maturidi (mantan DPRD Sumut), Biller Pasaribu (mantan DPRD Sumut), Richard Eddy Marsaut Lingga (mantan DPRD Sumut), Syafrida Fitrie (mantan DPRD Sumut).

Rahmianna Delima Pulungan (mantan DPRD Sumut), Arifin Nainggolan (aktif DPRD Sumut), Mustofawiyah Sitompul (aktif DPRD Sumut), Sopar Siburian (aktif DPRD Sumut), Analisman Zalukhu (aktif DPRD Sumut), Tonnies Sianturi (mantan DPRD Sumut), Tohonan Silalahi (mantan DPRD Sumut), Murni Elieser Munthe (mantan DPRD Sumut) dan Dermawan Sembiring (mantan DPRD Sumut). Ada pula nama Arlene Manurung (mantan DPRD Sumut), Syahrial Harahap (mantan DPRD Sumut), Restu Kurniawan Sarumaha (mantan DPRD Sumut), Washington Pane (mantan DPRD Sumut), John Hugo Silalahi (mantan DPRD Sumut), Ferry Suando Kaban (mantan DPRD Sumut), Tunggul Siagian (mantan DPRD Sumut).

Fahru Rozi (mantan DPRD Sumut), Sonny Firdaus (aktif DPRD Sumut), Pasiruddin Daulay (mantan DPRD Sumut), Elezaro Duha (mantan DPRD Sumut), Musdalifah (mantan DPRD Sumut), Tahan Manahan Panggabean (mantan DPRD Sumut), Taufan Agung Ginting (mantan DPRD Sumut), Tiaisah Ritonga (aktif DPRD Sumut), Hj Helmiati (aktif DPRD Sumut) serta Muslim Simbolon (aktif DPRD Sumut). (budiman)

Loading...