Massa desak Kejari Gunungsitoli tetapkan mantan Ketua DPRD Nias tersangka

607

Lase – Gunungsitoli | Pasca mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha tersangka korupsi penyertaan modal Pemkab. Nias ke PT. Riau Airlines ditahan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, 10 Oktober 2017 lalu, puluhan aktifis di Nias mendatangi kantor Kejari setempat untuk mendesak penetapan tersangka baru dalam hal ini mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias, Marselinus Ingati Nazara, kemarin (26/10/2017).

Dalam orasinya, massa menuntut penegak hukum agar mantan Ketua DPRD Kab. Nias, yang saat itu dijabat oleh Marselinus Ingati Nazara dan saat ini menjabat sebagai Bupati Nias Utara aktif untuk segera ditetapkan sebagai tersangka baru karena diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

“Kami terus mendukung proses hukum yang tengah berjalan saat ini, namun kami minta Kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemkab Nias ke PT. Riau Airlines yang merugikan keuangan negara senilai Rp. 6 Milyar,” ujar Ferdinand Ndraha.

Massa menilai bahwa tidak mungkin hanya satu orang yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi RAL tersebut.

“Penyertaan modal tersebut diduga adanya konspirasi antara mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha dengan Mantan Ketua DPRD, Marselinus Ingati Nazara yang saat ini menjabat sebagai Bupati Nias Utara karena penyertaan modal Pemkab Nias tersebut sudah disetujuinya tanpa adanya rapat Paripurna DPRD pengesahan Perda dan saat itu ditandatatangani di Rumah Dinas Bupati pada malam hari,” ungkap Ferdinand.

Usai berorasi di depan Kantor Kejari sekitar satu jam lamanya, beberapa perwakilan massa akhirnya diterima oleh pihak Kejaksaan di Aula Kantor setempat.

Perwakilan penerima massa, Fatizaro Zai Jaksa Pidana Khusus Kejari Gunungsitoli menjelaskan bahwa dari tuntutan massa pihaknya tidak berkewenangan menetapkan tersangka baru.

“Kita tidak ada kewenangan dalam menetapkan tersangka baru dimana kami hanya sebagai penuntut umum dimana proses hukum dimulai dari pihak kepolisian Polres Nias,” kata Fatizaro Zai.

Lanjut Fati bahwa mantan Bupati Nias Binahati B. Baeha terdakwa korupsi RAL, hari ini disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan.

“Hari ini sidang perdana terdakwa Binahati Baeha, bila dari hasil persidangan adanya temuan baru maka itu juga diproses. Kita ikuti saja dulu dan untuk diketahui pasal yang didakwakan adalah konspirasi atau dilakukan secara bersama-sama,” ungkapnya

Selanjutnya, massa membubarkan diri dengan tertib. Ferdiand Ndraha kembali mengungkapkan akan kembali menurunkan massa yang lebih besar bila tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

Loading...