Massa Muhammadiyah Tuntut Perusak Rumah Ibadah Ditangkap

BELAWAN-M24 | Massa dari pengurus Muhammadiyah Kota Medan menggeruduk Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (17/7). Mereka menuntut agar kepolisian meringkus perusak rumah ibadah.

Perusakan dan penyerangan rumah ibadah yang berstatus sengketa terjadi di Jln Abdul Sani Muthalib, Kel Terjun, Kec Medan Marelan. Ketua Majelis Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kota Medan Ibrahim Nainggolan mengatakan, mereka mendesak pihak polisi melakukan tindakan hukum atas pengerusakan Masjid Taqwa. Karena sejak dilaporkaan pada (1/5) lalu, polisi belum mengambil tindakan hukum. Bahkan, kasus itu semakin berlanjut dengan adanya pembongkaran plang dan pelemparan ke rumah ibadah tersebut.
“Kami hanya mau pelaku yang yang sudah jelas terekam CCTV untuk segera ditangkap. Kita sayangkan adanya pembiaran dari polisi, makanya kita coba mendesak polisi agar segera mengungkap dan menangkap pelaku,” kata Ibrahim.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jeriko Candra Lavian mengatakan saat ini masih mempelajari dulu terkait laporan tersebut. “Terkait aksi tadi, kita akan proses dan pelaku masih kita lidik,” beber Jeriko.

Loading...

Sekadar diketahui sengketa tanah wakaf untuk peruntuhan rumah ibadah sudah dimediasi oleh Polres Pelabuhan Belawan. Sebelum keluarnya status surat atas tanah wakaf itu, tidak ada aktivitas masing-masing mengklaim Masjid Taqwa maupun dari Musala Al-Hidayah.
Mediasi yang berlangsung di Kantor Camat Marelan, dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan, Camat Marelan T Chairunizza, MUI Marelan, KUA Marelan, tokoh masyarakat Marelan, tokoh agama dan BKM Al Hidayah. (mag1)

Loading...